SAMARINDA: Wakil Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim), Paulinus Dugis, meminta media-media yang tergabung dalam JMSI tidak hanya konsisten menjaga kualitas pemberitaan, tetapi juga lebih aktif mengangkat persoalan masyarakat yang selama ini belum mendapat ruang di media.
“Jangan hanya mengangkat berita-berita yang sudah besar dan heboh. Tolong juga angkat persoalan masyarakat yang belum tersuarakan, yang mungkin punya keterbatasan untuk menyampaikan masalahnya kepada pihak-pihak terkait,” kata Paulinus saat dihubungi narasi.co, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia berharap media tidak semata-mata fokus pada isu besar atau peristiwa yang telah ramai diperbincangkan, tetapi turut memberi perhatian pada persoalan masyarakat kecil yang belum muncul ke permukaan.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membantu menyebarluaskan persoalan tersebut agar diketahui publik secara lebih luas dan mendapat perhatian yang semestinya.
“Ini bagian dari tugas media untuk membantu masyarakat dengan memberitakan hal-hal yang perlu diketahui banyak orang,” ujarnya.
Paulinus yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Kalimantan Timur menilai, secara kelembagaan JMSI saat ini telah berjalan dengan baik.
Namun, ia menegaskan tantangan ke depan adalah bagaimana organisasi media ini terus meningkatkan perannya sebagai penyambung suara publik.
“JMSI sekarang sudah baik, tentu ke depan harus melakukan hal-hal yang lebih baik lagi,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya media-media anggota JMSI untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalistik, yakni netral, berimbang, dan objektif dalam setiap pemberitaan.
Paulinus juga berharap JMSI tetap menjadi pelopor dalam dunia pers, baik dari sisi profesionalisme maupun keberpihakan pada kepentingan publik.
“Harapan saya, JMSI tetap menjadi yang terbaik dan menjadi pelopor, sehingga masyarakat bisa melihat bahwa JMSI benar-benar memberi dampak positif di tengah kehidupan sosial dan pemberitaan media saat ini,” pungkasnya.

