BANTEN: Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, mendorong penguatan jurnalisme berperspektif HAM sebagai fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang digelar di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026.
Seminar nasional bertajuk “Peran Pers Menopang Indonesia Emas Berbasis Penghormatan terhadap HAM” ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 JMSI.
Kegiatan tersebut mempertemukan insan pers, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas peran strategis media dalam pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi pada pemenuhan HAM.
Dalam paparannya, Mugiyanto menegaskan bahwa pers tidak sekadar berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor penting demokrasi yang membentuk persepsi publik, menjaga akuntabilitas negara, serta mengawal pemajuan HAM.
Menurutnya, pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus disertai penguatan demokrasi, supremasi hukum, serta perlindungan dan pemenuhan HAM.
“Pers yang berperspektif HAM akan membantu memastikan pembangunan tidak meninggalkan siapa pun. Media memiliki peran besar dalam meningkatkan literasi publik tentang hak dan kewajiban, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, serta mengangkat suara kelompok rentan,” kata Mugiyanto.
Ia juga menekankan pentingnya pergeseran pola pemberitaan dari sensasional menuju solutif.
Jurnalisme yang mengedepankan data, konteks, dan pendekatan berbasis hak dinilai mampu membangun ruang publik yang sehat, faktual, dan berimbang. Dalam konteks tersebut, Kementerian HAM menempatkan pers sebagai mitra strategis, bukan sekadar mitra publikasi.
“Pers telah banyak membantu menerjemahkan kebijakan HAM ke dalam bahasa publik. Ke depan, kami ingin memperkuat dialog intensif antara pemerintah dan media agar isu-isu HAM dapat dipahami secara utuh dan proporsional,” ujarnya.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya akademisi Universitas Muhammadiyah Riau, Satria Utama Batubara, serta Ahli Hukum Dewan Pers, Hendrayana.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan bahwa seminar tersebut menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk meneguhkan perannya dalam mengawal arah pembangunan nasional.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan agenda Indonesia Emas 2045 berjalan seiring dengan penghormatan terhadap HAM.
“Kalau HAM dijamin untuk semua warga negara, maka dengan sendirinya Indonesia akan menjadi Indonesia emas. Pers punya peran besar untuk mengawal proses itu,” ujar Teguh.
Selain seminar nasional, rangkaian peringatan HUT ke-6 JMSI juga diisi dengan Rapat Koordinasi Nasional.
Agenda puncak yang digelar pada malam hari berupa pemberian Anugerah Golden Leader kepada sejumlah kepala daerah dan tokoh dari berbagai sektor yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

