SAMARINDA: Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda ditargetkan mulai beroperasi pada Juni hingga Juli 2026 sebagai pengganti ruang perawatan lama yang selama ini kerap terdampak banjir.

Kesiapan gedung baru tersebut ditinjau langsung oleh Komisi IV DPRD Kalimantan Timur dan diterima oleh manajemen RSUD AWS, Senin, 9 Februari 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Baba, mengatakan berdasarkan penjelasan manajemen rumah sakit, pemindahan layanan ke Gedung Pandurata akan dilakukan setelah masa pemeliharaan bangunan selesai.
“Informasi dari Bu Direktur, mudah-mudahan di bulan Juni sudah bisa ditempati. Gedung yang selama ini sering terdampak banjir akan dipindahkan ke sini. Total ada 540 tempat tidur yang masuk ke Gedung Pandurata,” ujar Baba.
Ia menjelaskan, sejumlah ruang pelayanan di gedung lama yang selama ini rawan tergenang banjir antara lain ruang Aster, Seroja, Teratai, Hemodialisa, ruang jenazah, serta selasar utama rumah sakit.
Seluruh layanan tersebut akan dipindahkan ke gedung baru guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelayanan kesehatan.
Meski dilakukan pemindahan, Baba menegaskan tidak ada penambahan jumlah tempat tidur pasien. Kapasitas Gedung Pandurata tetap sesuai perencanaan awal.
“Tidak ada penambahan bed. Jumlahnya tetap 540 sesuai perencanaan. Yang penting, ruang-ruang yang sering terdampak banjir bisa segera pindah,” tegasnya.
Dari sisi fisik bangunan, DPRD Kaltim menilai kesiapan Gedung Pandurata sudah mendekati rampung.
Saat ini masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan yang masuk dalam masa pemeliharaan.
“Gedungnya hampir selesai. Ada beberapa perbaikan kecil, misalnya lebar pintu yang digeser dari 120 menjadi 160 sentimeter agar pergerakan tempat tidur pasien lebih nyaman,” jelas Baba.
Namun demikian, DPRD Kaltim menyoroti kebutuhan anggaran pengadaan peralatan kesehatan.
Berdasarkan perencanaan, kebutuhan alat medis diperkirakan mencapai sekitar Rp350 miliar.
Hingga kini, alokasi anggaran baru terealisasi sekitar Rp150 miliar, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar Rp200 miliar.
“Untuk alat kesehatan, realisasi tahun ini sekitar Rp150 miliar. Masih ada kekurangan kurang lebih Rp200 miliar. Ini akan kita lihat peluang pemenuhannya,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp380 miliar untuk pembangunan fisik Gedung Pandurata.
Gedung ini dirancang setinggi delapan lantai dengan luas tapak 3.968 meter persegi.
Area landscape dan parkir seluas 6.032 meter persegi melengkapi bangunan dengan total luas lantai mencapai 27.517 meter persegi.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD AWS, dr. Nurliana Adriati Noor, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait proses pemeliharaan gedung agar pemindahan layanan dapat berjalan sesuai target.
“Dari lantai satu sampai lantai enam yang akan difungsikan untuk pelayanan, sebagian besar sudah selesai. Tinggal akses dan pemenuhan alat-alat kesehatan,” katanya.
Nurliana menambahkan, sebagian peralatan dari gedung lama masih layak digunakan dan akan dialihkan ke Gedung Pandurata setelah melalui proses pengecekan.
“Tempat tidur pasien rata-rata sudah model canggih dan masih layak, sehingga bisa digunakan kembali di Gedung Pandurata,” ujarnya.

