SAMARINDA: Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pentingnya menjaga standar kualitas dan higienitas dalam operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, dapur SPPG bukan sekadar tempat memasak, melainkan infrastruktur strategis dalam mendukung lahirnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Dapur SPPG ini adalah kepanjangan tangan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Maka kualitas, kebersihan, higienitas, hingga ketepatan distribusi makanan harus benar-benar dijaga sesuai standar operasional yang telah ditetapkan,” tegas Andi Harun saat menghadiri peluncuran 1.179 Dapur SPPG Polri oleh Presiden Prabowo secara daring di SPPG Bhayangkari, Jalan Bhayangkara, Samarinda Ulu, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menyoroti bahwa program ini memiliki dimensi yang lebih luas, bukan hanya penyediaan makanan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap pengentasan stunting serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Makanan yang diproduksi, lanjutnya, harus sehat, bergizi, berkualitas, dan terintegrasi dengan potensi sumber daya lokal.
Program ini menekankan bahwa dapur bukan sekadar tempat memasak, tetapi menjadi bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Kita ingin memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak kita benar-benar sehat dan bergizi,” ujarnya.
Dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda telah beroperasi sejak 22 Oktober 2025.
Fasilitas ini melayani penyediaan makanan bergizi bagi siswa jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, termasuk ibu hamil dan balita di wilayah sekitar.
Program tersebut merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat melalui BGN.
Andi Harun menekankan agar seluruh pengelola dapur mematuhi protokol dan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), manajemen waktu produksi, quality control bahan baku, hingga pengelolaan limbah.
“Saya mohon agar kualitas makanan yang didistribusikan kepada anak-anak kita terus dijaga. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari yang tidak kita inginkan bersama, seperti keracunan makanan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh tahapan produksi harus mengikuti standar pelayanan yang telah ditetapkan, termasuk dari segi kandungan gizi, pemilihan bahan baku, proses pengolahan, distribusi, hingga pengelolaan sisa makanan.
Selain aspek kesehatan dan pendidikan, Andi Harun mendorong agar dapur SPPG turut berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Ia meminta pengelola dapur untuk memberdayakan pelaku usaha lokal dalam pengadaan bahan pangan agar program ini memiliki efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Saya berharap dapur SPPG ini juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Gunakan potensi lokal, libatkan pelaku usaha lokal, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak sekolah, tetapi juga masyarakat luas,” katanya.
Ia optimistis, jika program ini dijalankan secara konsisten dan disiplin sesuai standar, maka tujuan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 dapat lebih cepat terwujud melalui generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Usai menyaksikan peluncuran, Andi Harun didampingi Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar meninjau langsung dapur SPPG Bhayangkari, mulai dari tempat pencucian ompreng, penyimpanan bahan makanan, hingga area produksi makanan bergizi.

