SAMARINDA: Menuju Hari Raya Imlek 2026, pengurus Tempat Ibadah Tridharma Kelenteng “Thien Ie Kong” menuntaskan berbagai persiapan menjelang perayaan tersebut, mulai dari pembersihan tempat ibadah hingga pemasangan dekorasi bertema shio Kuda. Seluruh rangkaian pekerjaan dilakukan bertahap sejak awal Januari agar ibadah umat berjalan lancar.

Staf kelenteng, Hansen, mengatakan persiapan diawali dengan pengecatan area klenteng yang berlokasi Jl. Yos Sudarso No.21 Kota Samarinda ini dimulai sejak 5 Januari 2026. Proses tersebut berlangsung sekitar satu bulan hingga awal Februari 2026, bersamaan dengan pembersihan menyeluruh sampai ke bagian langit-langit bangunan.
“Dari awal Januari sudah dimulai pengecatan dari depan sampai belakang klenteng, selesai awal Februari. Sekaligus pembersihan sampai ke langit-langit,” ujarnya saat ditemui disela aktivitasnya, Sabtu, 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sebelum pengecatan dilakukan, pengurus terlebih dahulu membersihkan rupang atau patung Dewa-Dewi sejak 25 Januari 2026. Setelah itu, pemasangan lampion atau tenglong dilakukan pada pekan terakhir menjelang perayaan, disusul penataan dekorasi berupa bunga sakura dan ornamen lainnya.
“Lampion dipasang minggu ini dan terakhir dekorasi bunga-bunga. Secara keseluruhan persiapan sudah siap,” katanya.
Dari sisi dekorasi, Hansen menyebut tidak ada perubahan besar setiap tahun, namun kali ini terdapat tambahan ornamen kuda di aula sebagai simbol shio tahun berjalan. Variasi dekorasi tersebut menyesuaikan siklus shio yang terus berganti.
Terkait makna perayaan, rohaniawan klenteng, Supardi Gunawan menjelaskan tahun ini memasuki siklus shio Kuda dalam perputaran 12 shio. Ia menyebut maknanya berkaitan dengan harapan keselamatan dan penolak bala atau pelindungan dari hal buruk bagi umat.
“Shio Kuda ini dimaknai sebagai harapan keselamatan, karena dalam kepercayaan kita menjadi simbol tolak bala,” jelasnya.
Untuk jadwal ibadah, perayaan dimulai pada 16 Februari malam sekitar pukul 20.00 WITA dengan puncak sembahyang bersama tepat pukul 00.00 WITA. Kelenteng ini akan dibuka selama 24 jam hingga keesokan harinya, 17 Februari untuk melayani umat yang datang bergantian hingga malam.
“Dari 16 Februari malam sampai 17 Februari sekitar jam 9 malam klenteng buka terus selama 24 jam karena umat datang silih berganti untuk beribadah,” kata Hansen.
Supardi memperkirakan jumlah umat yang beribadah mencapai sekitar seribu orang, meski kedatangannya tidak bersamaan. Ia pun menyebut kelompok usia muda cenderung datang pada malam hari, sedangkan umat lanjut usia lebih banyak beribadah pada pagi hari.
Selain ibadah, pengurus juga melaksanakan tradisi makan bersama keluarga pada 16 Februari serta sembahyang leluhur sebelum menuju kelenteng untuk menyambut pergantian tahun baru.
Menjelang perayaan, Hansen berharap momentum Imlek membawa kebaikan bagi masyarakat luas. Ia juga menyampaikan harapan agar kondisi nasional tetap stabil serta kesejahteraan masyarakat meningkat.
“Kami berharap Indonesia tetap kuat menghadapi situasi global, masyarakat sejahtera, sehat, dan rukun walaupun berbeda agama maupun pandangan,” terangnya.
Supardi turut menambahkan harapan agar berbagai musibah yang terjadi di Indonesia, termasuk banjir, dapat segera diatasi serta keamanan negara tetap terjaga.

