KUKAR: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gas Alam Badak 1 memberikan klarifikasi atas viralnya video pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 001 Muara Badak yang memperlihatkan siswa membawa kelapa muda utuh.
Video tersebut memicu persepsi di media sosial bahwa siswa hanya menerima satu jenis makanan berupa kelapa muda.
Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Alih Tugas, menegaskan informasi yang beredar tidak utuh karena video tersebut tidak menampilkan keseluruhan paket menu yang didistribusikan kepada siswa.
“Video yang beredar tersebut tidak menampilkan keseluruhan menu yang kami distribusikan, sehingga informasi menjadi kurang lengkap dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan, video yang diunggah pihak sekolah pada awalnya bertujuan untuk memperlihatkan antusiasme siswa saat menerima paket MBG.
Namun, potongan visual yang hanya menampilkan kelapa muda justru disalahartikan seolah-olah buah tersebut menjadi satu-satunya menu yang diberikan kepada siswa.
Alih Tugas menegaskan kelapa muda memang termasuk dalam salah satu komponen menu kering, meskipun jenis buah tersebut tidak umum disajikan dalam MBG.
Hal inilah yang kemudian memicu berbagai penafsiran di tengah masyarakat.
Ia merinci, dalam satu kali distribusi pada hari yang sama, siswa menerima dua jenis menu. Menu pertama berupa paket kering yang terdiri dari kelapa muda, roti abon, telur, dan susu.
Sementara menu kedua merupakan paket basah yang terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel dan jagung, serta semangka.
“Kedua paket tersebut dibagikan dalam satu rangkaian distribusi yang sama. Jadi bukan hanya kelapa muda saja, tetap ada nasi, lauk, susu dan buah,” jelasnya.
Atas polemik yang terjadi, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat informasi yang tidak lengkap.
Pihaknya juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal, khususnya dalam sistem perencanaan menu dan penyampaian informasi kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi keliru di kemudian hari.
“Atas terjadinya insiden viralnya menu yang kami berikan, saya memohon maaf sebesar-besarnya dan akan memperbaiki sistem perencanaan menu pada dapur kami. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dalam menjalankan program ini,” tutupnya.

