SAMARINDA: Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Sasana Barongsai Yong Jing HK meningkatkan intensitas latihan guna memberikan penampilan maksimal bagi masyarakat.
Peningkatan aktivitas ini seiring dengan melonjaknya permintaan tampil yang diterima sasana pada tahun ini.
Pembina sasana, Darsiah, menjelaskan latihan rutin kini ditingkatkan menjadi dua kali dalam sepekan untuk mematangkan gerakan dan kekompakan tim.
Langkah ini dilakukan demi memastikan kesiapan fisik para pemain, mengingat setiap sesi pertunjukan biasanya berlangsung selama 7-10 menit.
“Tahun ini undangan untuk tampil banyak sekali. Kami harus memastikan setiap personel siap memberikan yang terbaik,” ujar Darsiah, Senin, 16 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, sasana membina 22 anggota yang mayoritas merupakan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Dalam pelaksanaannya, personel dibagi menjadi dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang.
“Satu tim terdiri dari delapan pemain inti dan sisanya pengiring. Pemain inti itu mencakup satu orang pemain tambur, dua orang ceng-ceng, empat orang pemain Barongsai, dan satu orang tongtong,” jelasnya.
Darsiah juga memaparkan makna filosofis barongsai yang dipercaya membawa nasib baik serta mengusir roh jahat.
Setiap warna pada kostum memiliki arti khusus, di antaranya merah yang melambangkan api, keberanian, dan rezeki, serta kuning atau emas yang melambangkan elemen tanah, kebijaksanaan, dan stabilitas.
Untuk mekanisme pertunjukan, ia menerangkan bahwa sasana memperoleh kesempatan tampil melalui penawaran mandiri maupun undangan langsung dari penyelenggara.
Salah satu agenda yang telah terkonfirmasi adalah penampilan di pusat perbelanjaan SCP dengan dua sesi, masing-masing pukul 13.00 WITA dan 19.00 WITA.
Terkait transfer keahlian, kemampuan bermain barongsai di sasana ini diwariskan secara turun-temurun dari senior kepada junior.
Meski tidak selalu memiliki pelatih tetap, pihak sasana sesekali mendatangkan pelatih dari luar untuk memperkaya teknik permainan.
Melalui momentum Imlek tahun ini, Darsiah berharap kesenian barongsai tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya.
“Harapannya muncul energi positif, semangat baru, dan kemajuan yang pesat bagi semua orang di tahun baru ini. Kami berkomitmen menjaga warisan tradisi ini agar tetap relevan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

