SAMARINDA: Antusiasme warga berburu takjil di gelaran Wisata Belanja Ramadan 2026 di halaman parkir GOR Segiri Samarinda terlihat tinggi sejak hari pertama puasa, bahkan sebelum pembukaan resminya dilaksanakan.

Sebanyak 150 lapak turut meramaikan kegiatan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda.
“Kami Disporapar Samarinda seperti tahun sebelumnya mengadakan Wisata Belanja Ramadan. Dan kita lihat sendiri bagaimana antusias masyarakat untuk datang berbelanja,” ujar Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, saat ditemui di lokasi, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, ratusan pedagang menyajikan beragam produk takjil, mulai dari kue basah, kue kering, makanan siap saji, hingga berbagai promosi usaha lainnya.
Event ini, kata dia, tidak sekadar menjadi pusat takjil, tetapi juga ruang promosi bagi pelaku UMKM.
Muslimin menyebutkan, sejak menjabat sebagai kepala dinas empat tahun terakhir, ia berupaya melakukan pembenahan tampilan dan kenyamanan kawasan.
Jika sebelumnya lapak hanya berupa tenda biasa, kini desainnya dibuat lebih tertata dengan tambahan dekorasi kain serta penataan ruang yang lebih rapi.
“Semenjak saya jadi kepala dinas, saya berusaha merubah suasana. Jadi bukan tenda biasa saja, tapi lebih tertata dan nyaman. Supaya pengunjung merasa nyaman, pedagang juga nyaman,” jelasnya.
Dari total 150 lapak yang tersedia, biaya sewa ditetapkan sebesar Rp1.250.000 per lapak selama kegiatan berlangsung.
Muslimin menilai tarif tersebut masih tergolong terjangkau bagi pelaku usaha.
“Kita berusaha tetap murah sewanya, tapi suasananya tetap kita buat lebih baik,” katanya.
Selama pelaksanaan hingga 14 Maret 2026, panitia juga menyiapkan berbagai agenda pendukung, di antaranya buka puasa bersama anak yatim, lomba pergerakan sahur, hingga fashion show muslimah.
Hiburan dijadwalkan hadir setiap hari untuk menarik kunjungan masyarakat.
Untuk pengelolaan, Disporapar bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) serta pihak ketiga.
Muslimin mengakui pelaksanaan event dilakukan melalui pola kerja sama karena keterbatasan anggaran.
“Kami bekerja sama karena memang tidak punya anggaran khusus. Dari sewa lapak itu sebagian menjadi pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia berharap UPTD sebagai perpanjangan tangan dinas dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan setiap tahunnya.
Evaluasi terhadap kekurangan, kata dia, selalu dilakukan agar event Ramadan berikutnya bisa lebih baik dan lebih tertata.
Gelaran Wisata Belanja Ramadan 2026 ini akan dibuka oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Jumat, 20 Februari 2026.

