SAMARINDA: Rudy Mas’ud merencanakan Program Bantuan Dana Pendidikan atau yang dikenal dengan Gratispol ditingkatkan status hukumnya menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Langkah ini diambil agar program tersebut memiliki kekuatan hukum yang lebih permanen dan berkelanjutan.
Saat ini, program tersebut masih berpedoman pada Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 24 Tahun 2025 tentang Beasiswa Kaltim.
Pernyataan itu disampaikan Rudy usai melaksanakan salat Subuh berjemaah di Masjid Nurul Mu’minin, Jumat, 20 Februari 2026, yang dirangkai dengan dialog bersama mahasiswa serta pelajar SMA/SMK se-Kaltim.
Dalam sesi tanya jawab, Rusdiawan, siswa kelas XII SMKN 17 Samarinda, mempertanyakan keberlanjutan program Gratispol.
Ia menanyakan apakah program tersebut akan tetap berjalan atau hanya berlaku pada masa kepemimpinan Rudy Mas’ud-Seno Aji.
Menanggapi hal itu, Rudy menegaskan komitmennya untuk memperkuat dasar hukum program tersebut.
“Program Gratispol ke depan akan kita jadikan Perda. Tentu ini menjadi tantangan dan komitmen bagi kita semua,” ujarnya.
Rudy mengakui rencana peningkatan status Gratispol menjadi Perda harus dihadapkan pada kondisi fiskal daerah yang mengalami penurunan signifikan.
Pada 2023 dan 2024, APBD Kaltim masih berada di kisaran Rp22 triliun. Pada 2025 turun menjadi Rp21 triliun.
Sementara pada 2026, anggaran menyusut menjadi Rp15,15 triliun atau berkurang hampir Rp7 triliun dibanding dua tahun sebelumnya.
“Tahun depan masih diprediksi turun lagi sekitar Rp2 triliun,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Realisasi Gratispol 2025
Sepanjang 2025, realisasi Program Pendidikan Gratispol menunjukkan angka signifikan.
Pemprov Kaltim mencairkan dana sebesar Rp44.153.600.000 untuk tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah Kaltim.
Rinciannya sebagai berikut:
Universitas Mulawarman: Rp22.454.300.000
Politeknik Negeri Samarinda: Rp6.382.100.000
UIN Sultan Aji Muhammad Idris: Rp4.898.600.000
Institut Teknologi Kalimantan: Rp4.680.500.000
Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda: Rp3.562.940.000
Politeknik Negeri Balikpapan: Rp1.570.360.000
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda: Rp604.800.000
Cakupan Lebih Luas pada 2026
Memasuki 2026, cakupan Program Gratispol diperluas.
Program ini tidak lagi hanya menyasar mahasiswa baru, tetapi juga mencakup mahasiswa aktif semester 1 hingga 8, bahkan hingga jenjang S1, S2, dan S3.
Pemprov Kaltim resmi mencairkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap 2026 melalui Program Gratispol Pendidikan kepada 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini memasuki semester genap. Total anggaran tahap ini mencapai Rp103,14 miliar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim selaku juru bicara Pemprov Kaltim, Faisal, sebelumnya menjelaskan bantuan untuk mahasiswa semester empat, enam, dan delapan masih dalam proses verifikasi data kependudukan melalui Dukcapil.
“Berdasarkan rekapitulasi 2026, penerima manfaat Program Gratispol Pendidikan tersebar di 57 perguruan tinggi, baik PTN, PTS, maupun kampus mitra kerja sama,” jelasnya, dikutip dari akun resmi Pemprov Kaltim, Minggu, 15 Februari 2026.
Dari kelompok PTN, penerima terbesar berasal dari Universitas Mulawarman dengan 5.134 mahasiswa dan nilai bantuan lebih dari Rp25,6 miliar.
Sementara dari kelompok PTS, penerima terbesar tercatat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan 3.477 mahasiswa senilai lebih dari Rp19,2 miliar, disusul Universitas Mulia (670 mahasiswa) dan Universitas Balikpapan (600 mahasiswa).
Tak hanya di pendidikan tinggi, pada awal 2026 Pemprov Kaltim juga merealisasikan program seragam gratis bagi siswa baru:
SMA/MA: 33.700 siswa kelas X di 319 sekolah
SMK: 29.304 siswa kelas X di 205 sekolah
SLB: 714 siswa baru (SDLB, SMPLB, SMALB) di 34 sekolah
Di hadapan para pelajar dan mahasiswa di Masjid Nurul Mu’minin, Rudy mengingatkan agar program bantuan pendidikan tersebut dimanfaatkan secara maksimal.
“Bagi pelajar maupun mahasiswa se-Kaltim yang saat ini menikmati program Gratispol, tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.
Menurutnya, dukungan anggaran yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab penerima manfaat untuk berprestasi dan berkontribusi dalam pembangunan Kaltim.
“Kalau kita ingin Kaltim maju, investasi terbaik adalah di pendidikan. Tapi keberhasilannya juga tergantung pada kesungguhan generasi mudanya,” pungkasnya.

