SAMARINDA: Dua hari pertama Ramadan membawa perubahan ritme aktivitas di Samarinda.
Jika pada hari biasa pesanan ojek online relatif tersebar sejak pagi, kini pergerakan justru terasa lambat pada siang hari dan baru menggeliat menjelang waktu berbuka.
Dwi Setia Kurniawan (49), pengemudi ojek online Maxim, merasakan langsung perubahan tersebut.
Perantau asal Semarang yang telah hampir 20 tahun menetap di Samarinda itu menyebut hari pertama puasa, Kamis, 19 Februari 2026, menjadi tantangan tersendiri.
“Hari pertama itu dari pagi sampai sore hujan terus. Order sangat minim,” ujarnya saat ditemui ketika sedang menunggu pesanan usai salat Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, hujan yang mengguyur sejak pagi hingga menjelang sore membuat aktivitas warga menurun drastis.
Banyak orang memilih bertahan di rumah sehingga permintaan layanan transportasi ikut turun.
Memasuki hari kedua Ramadan, Jumat, kondisi cuaca membaik. Namun, pesanan pada pagi hingga siang hari tetap belum seramai hari biasa.
“Pagi sampai siang masih sepi juga. Mungkin orang masih menyesuaikan ritme puasa, ditambah libur sekolah jadi aktivitas berkurang,” katanya.
Perubahan mulai terasa menjelang sore. Sekitar pukul 15.30 Wita hingga malam hari, notifikasi pesanan di ponsel Dwi mulai berdatangan.
Namun, bukan layanan antarpenumpang yang mendominasi, melainkan pesan-antar makanan.
“Kalau sore sampai malam baru lumayan. Sekarang lebih banyak antar makanan,” ujarnya.
Ia menilai banyak warga memilih memesan makanan untuk berbuka puasa ketimbang keluar rumah.
Selain menghindari kemacetan menjelang magrib, antrean di pusat jajanan juga menjadi pertimbangan.
“Orang mungkin malas keluar atau antre beli takjil, jadi lebih praktis pesan lewat aplikasi,” tambahnya.
Melihat pola tersebut, Dwi pun menyesuaikan jam kerjanya selama Ramadan.
Ia menghemat tenaga pada pagi dan siang hari, lalu fokus beroperasi pada sore hingga malam.
“Sekarang yang penting kuat di jam berbuka sampai malam. Itu yang lebih terasa hasilnya,” tuturnya.
Bagi Dwi, perubahan ritme ini bukan hal baru setiap Ramadan. Ia optimistis aktivitas akan kembali meningkat setelah hari-hari awal puasa terlewati, terutama mendekati pertengahan hingga akhir bulan.
“Biasanya nanti mulai ramai lagi. Kita jalani saja dan menyesuaikan,” katanya.
Di tengah perubahan pola aktivitas masyarakat, para pengemudi ojek online seperti Dwi dituntut adaptif.
Pada awal Ramadan ini, pagi dan siang lebih banyak diisi penantian, sementara harapan datang saat senja mulai mendekat.

