SAMARINDA: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur mendorong penggunaan sistem pembayaran digital QRIS dalam pelaksanaan Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 yang digelar di halaman parkir GOR Segiri.
Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan mengatakan pihaknya mengajak seluruh pelaku usaha yang terlibat dalam event tersebut untuk menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran utama selama kegiatan berlangsung.
“Peran kami mengajak dan mendorong pelaku usaha yang terlibat di acara ini menggunakan QRIS sebagai sistem pembayarannya. Kami juga mengajak masyarakat untuk berbelanja menggunakan QRIS,” ujarnya usai menghadiri pembukaan Wisata Belanja Ramadan 2026, di Halaman Parkir GOR Segiri, Jumat 20 Februari 2026.
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan panitia, seluruh tenant yang berjumlah sekitar 150 lapak telah menggunakan QRIS.
Hal tersebut turut didukung oleh Bankaltimtara sebagai salah satu sponsor kegiatan.
“Setahu saya dari laporan panitia sudah 100 persen tenant bisa menggunakan QRIS, dengan dukungan Bankaltimtara,” katanya.
Terkait target transaksi, BI Kaltim tidak menetapkan angka nominal tertentu selama pelaksanaan event yang berlangsung hampir satu bulan tersebut. Namun, optimalisasi penggunaan pembayaran non-tunai menjadi fokus utama.
“Kami ingin semaksimal mungkin masyarakat yang berbelanja di sini sudah bisa menggunakan QRIS. Dari bank mana pun bisa, karena sekarang sudah terintegrasi,” jelasnya.
Jajang menilai event seperti Wisata Belanja Ramadan menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Harapannya geliat ekonomi di Kota Samarinda semakin meningkat dan berdampak positif bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, BI juga melihat potensi peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui transaksi non-tunai.
Ia menambahkan, upaya ini sejalan dengan dorongan pemerintah kota untuk memperluas elektronifikasi transaksi pembayaran di Samarinda.
“Dengan event seperti ini, UMKM bisa memasarkan produknya, dan transaksi keuangan non-tunai terus meningkat,” tutupnya.

