SAMARINDA: Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026 sekitar pukul 04.50 Wita di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, menewaskan seorang pria paruh baya.
Korban diketahui bernama Warsito (71), seorang muadzin di masjid dekat tempat tinggalnya. Peristiwa nahas tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan rekamannya beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, korban terlihat tertabrak sepeda motor saat melintas di ruas jalan dalam kondisi masih gelap dan diguyur gerimis ringan.
Sekitar satu jam setelah kejadian, warga menghubungi relawan untuk membantu proses evakuasi korban ke rumah sakit.
Namun, setibanya di fasilitas kesehatan, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Javier Syukur, membenarkan insiden tersebut.
Ia mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan.
“Betul, kejadian sekitar pukul 04.50 Wita. Berdasarkan analisis rekaman CCTV, penabrakan awal dilakukan oleh satu unit sepeda motor,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pengendara sepeda motor yang diduga sebagai penabrak pertama akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi sekitar pukul 09.30 Wita.
“Alhamdulillah, mungkin karena bantuan relawan dan juga informasi yang beredar luas, pengendara tersebut menyerahkan diri ke kantor kami dan saat ini sedang diperiksa,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, pengendara diketahui berprofesi sebagai pedagang ikan.
Saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan dari rumahnya di kawasan Kilometer 5 Loa Janan menuju Selili untuk membeli ikan dagangan.
“Subuh tadi ia berangkat untuk membeli ikan ke Selili,” jelas Javier.
Menurut keterangannya kepada penyidik, pelaku meninggalkan lokasi kejadian karena panik dan takut situasi menjadi ramai oleh warga sekitar.
“Alasannya meninggalkan korban karena takut diketahui warga dan situasi menjadi ramai. Setelah sampai di rumah dan melihat kondisi yang berkembang, yang bersangkutan akhirnya memutuskan menyerahkan diri,” ungkapnya.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, tampak setelah tabrakan pertama terjadi, ada kendaraan lain yang melintas di lokasi.
Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan kendaraan lain dalam insiden tersebut.
“Saat kejadian kondisi masih gelap dan dari rekaman terlihat wajah pengendara tertutup kain, sehingga kemungkinan ada yang tidak menyadari adanya korban di jalan. Tapi tetap kami telusuri,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa pengendara yang telah diamankan merupakan pihak yang pertama kali menabrak korban.
Kasus ini masih dalam penanganan Satlantas Polresta Samarinda untuk proses hukum lebih lanjut.

