SAMARINDA: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Armin, segera menindaklanjuti arahan Gubernur Kaltim terkait gerakan membaca Al-Qur’an bagi pelajar dan mahasiswa.
Kepada Narasi.co saat dihubungi, Minggu, 22 Februari 2026, Armin menyampaikan pihaknya akan menerbitkan surat edaran resmi untuk seluruh SMA dan SMK di Kaltim.
“Senin (besok) kita buat surat edaran untuk SMA-SMK,” ujarnya singkat.
Armin menjelaskan, pada dasarnya kebiasaan membaca Al-Qur’an sudah berjalan di sejumlah sekolah sebelum kegiatan pembelajaran dimulai setiap pagi.
Namun, ia mengakui pelaksanaannya masih perlu diperkuat agar lebih konsisten dan terstruktur di seluruh satuan pendidikan.
“Sekolah sebenarnya sudah rutin membaca Al-Qur’an sebelum pembelajaran dimulai. Tinggal bagaimana konsistensi pelaksanaannya terus dijaga,” katanya.
Menurutnya, surat edaran tersebut nantinya akan menegaskan kembali pentingnya pembiasaan tadarus Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik, terutama selama bulan Ramadan.
Disdikbud Kaltim juga akan mendorong kepala sekolah untuk mengawasi pelaksanaan program agar tidak sekadar menjadi formalitas.
Armin menilai gerakan ini sejalan dengan upaya membangun budaya religius dan disiplin di lingkungan sekolah.
Selain meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an, pembiasaan tersebut diharapkan membentuk sikap tenang, tertib, dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.
“Momentum Ramadan ini sangat tepat untuk memperkuat pembinaan karakter. Tapi tentu saja, semangatnya tidak berhenti setelah Ramadan. Harapannya bisa menjadi budaya yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Disdikbud Kaltim akan memberikan ruang bagi sekolah untuk mengembangkan metode pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing, selama tetap berpegang pada prinsip pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa.

