BONTANG: Pemerintah Kota Bontang terus berupaya memperluas cakupan jaringan gas rumah tangga (jargas) bagi masyarakat.
Setelah memperoleh alokasi 10.553 sambungan rumah (SR) pada 2025 lalu, pemerintah daerah kembali mendorong penambahan sambungan baru agar layanan energi murah tersebut dapat dinikmati lebih merata oleh warga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan dirinya dijadwalkan bertemu dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam waktu dekat.
Pertemuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengusulkan tambahan jaringan gas rumah tangga bagi masyarakat Bontang yang hingga kini belum terjangkau layanan tersebut.
“Insyaallah hari Senin saya akan diterima oleh Pak Dirjen Migas. Kami akan mengusulkan kembali penambahan jaringan gas rumah tangga untuk masyarakat Kota Bontang yang belum mendapatkan,” ujar Neni, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurutnya, keberadaan jargas memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan energi.
Pasalnya, jika pemasangan dilakukan secara mandiri, biaya sambungan jaringan gas dapat mencapai sekitar Rp7 juta per rumah.
Ia menjelaskan Bontang sebenarnya telah cukup lama mengembangkan jaringan gas rumah tangga.
Pembangunan jargas telah berlangsung sejak 2008 hingga 2018 melalui dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dari program tersebut, hingga saat ini tercatat sebanyak 18.436 sambungan rumah telah terpasang dan dimanfaatkan masyarakat di berbagai wilayah Kota Bontang.
Pada 2025, pemerintah pusat kembali memberikan tambahan pembangunan sebanyak 10.553 sambungan rumah baru.
Dengan tambahan tersebut, total jaringan gas rumah tangga di Bontang kini hampir mencapai 29.000 sambungan.
Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah estimasi kebutuhan jargas di Kota Bontang yang diperkirakan mencapai sekitar 35.000 sambungan rumah.
“Artinya masih ada sekitar 10 ribu sambungan lagi yang perlu kita perjuangkan agar seluruh warga Bontang bisa menikmati manfaat jargas,” jelasnya.
Dalam rencana pembangunan jaringan gas tersebut, seluruh fasilitas utama seperti regulating station (RS) dan stasiun pengendali akan dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Bontang.
Hal ini dilakukan agar pembangunan tidak membebani masyarakat maupun pihak swasta.
Adapun pembangunan fisik jaringan gas hasil alokasi tahun lalu telah dimulai pada Oktober hingga Desember 2025, kemudian dilanjutkan dengan tahap penyelesaian pada Januari hingga Mei 2026.
Pemkot Bontang berharap upaya tersebut dapat memperluas cakupan jaringan gas rumah tangga di daerah, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses energi yang lebih hemat, aman, dan ramah lingkungan.
“Harapan kami cakupan jargas di Bontang bisa terus bertambah sehingga masyarakat yang belum mendapatkan bisa segera terlayani,” pungkas Neni.

