BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) memastikan program penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap berjalan pada tahun 2026.
Namun, pelaksanaannya masih difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program pada tahun berikutnya.
Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi mengatakan program pengembangan UMKM saat ini belum memasuki fase ekspansi besar.
Pemerintah daerah lebih menekankan pada penguatan fondasi usaha melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan kapasitas pelaku usaha.
“2026 ini ada, tapi lebih ke peningkatan kapasitas. Itu sudah masuk di rencana kerja kami, cuma nanti kami lihat lagi pelaksanaannya,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.
Berdasarkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) DKUMPP Bontang 2026, terdapat sejumlah program yang secara langsung menyentuh pelaku UMKM.
Di antaranya program pemberdayaan UMKM yang mencakup pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi perizinan, hingga penguatan kelembagaan pelaku usaha.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program pengembangan UMKM yang difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, penguatan pemasaran, serta pemanfaatan teknologi agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM di Bontang untuk naik kelas dari usaha mikro menjadi usaha kecil yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Tidak hanya dari sektor pemberdayaan, dukungan juga datang dari sektor perdagangan melalui penyediaan sarana distribusi seperti pasar dan sentra kuliner.
Pemerintah juga memfasilitasi promosi produk lokal melalui kegiatan pameran dagang hingga misi dagang produk unggulan daerah.
Program lain seperti pengendalian harga dan stabilitas pasar juga dinilai berdampak terhadap keberlangsungan usaha pelaku UMKM, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat serta kestabilan harga bahan baku.
Meski berbagai program telah disusun, DKUMPP Bontang mengakui pelaksanaan di lapangan masih perlu dimaksimalkan.
Karena itu, pembenahan program menjadi fokus sebelum memperluas program ke tahap berikutnya.
Eko menambahkan, evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program UMKM rencananya akan difokuskan pada tahun 2027.
Evaluasi tersebut bertujuan untuk melihat efektivitas kegiatan serta pola kolaborasi yang telah berjalan.
“Tahun 2027 kami fokus untuk evaluasi. Kita lihat nanti dampaknya seperti apa dari kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan,” pungkasnya.

