SAMARINDA: Para perantau Manggarai Barat (IKAMBA) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun harmonisasi dengan seluruh masyarakat lintas suku di Benua Etam.

Permintaan ini disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, yang mengukuhkan 54 pengurus Ikatan Keluarga Manggarai Barat (IKAMBA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2025-2030, di Gedung Anggar Kaltim, Folder Air Hitam, Samarinda, Kamis malam, 14 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Seno Aji meminta warga Manggarai Barat di Kaltim terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun harmonisasi dengan seluruh masyarakat lintas suku di Benua Etam.
“Tadi disampaikan bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya Bapak Ibu sekalian harus bisa bekerja sama dengan teman-teman kita, saudara-saudara kita dari Banjar, Jawa, Sulawesi, Sumatra, semuanya ada di Kalimantan Timur,” katanya.
Pengukuhan pengurus IKAMBA tersebut menjadi momentum penguatan organisasi masyarakat Manggarai Barat di Kaltim, yang kini memiliki jumlah warga cukup besar dan tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Seno menyebut, keberadaan warga Manggarai Barat di Kaltim tak lagi bisa dipandang sebagai komunitas kecil. Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah warga Manggarai Barat, yang telah memiliki KTP Kalimantan Timur mencapai lebih dari 22 ribu orang.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan masyarakat Manggarai Barat. Telah menjadi bagian penting dalam struktur sosial Kalimantan Timur dan memiliki tanggung jawab bersama, menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.
Ia berharap, IKAMBA tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antarperantau. Tetapi juga mampu berkontribusi nyata terhadap kemajuan daerah. Baik dalam aspek sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Seno, seluruh warga negara memiliki hak yang sama. Untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun asal daerah.
“Setiap anak bangsa yang ada di Indonesia memiliki hak yang sama. Hak untuk bebas berkreasi,” ujarnya.
Ia juga berharap, IKAMBA menjadi organisasi yang semakin solid dan mampu mempererat hubungan antarwarga Manggarai Barat di perantauan.
“Semoga IKAMBA menjadi organisasi yang semakin besar, semakin solid, dan bisa mencapai cita-cita bersama,” katanya.
Seno turut menyinggung program pendidikan internal, yang tengah disiapkan IKAMBA, yakni “Pesta Sekolah”, sebagai bentuk dukungan terhadap anak-anak Manggarai Barat yang berada di perantauan.
Namun ia menegaskan, program tersebut merupakan inisiatif internal organisasi dan bukan bagian dari program bantuan pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Meski demikian, Seno mengapresiasi langkah organisasi yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan generasi muda.
Sementara itu, Ketua IKAMBA Kaltim Paulinus Dugis, menjelaskan, pemilihan waktu pelantikan yang bertepatan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus murni dipilih karena bertepatan dengan momentum libur nasional.
Menurut dia, hal tersebut bertujuan memudahkan kehadiran anggota serta para pejabat dan tamu undangan.
“Ini hanya kebetulan ya. Hari ini hari Kenaikan Yesus Kristus. Tapi maksud memilih hari ini sebenarnya karena hari libur saja,” ujarnya.
Paulinus mengaku bersyukur, sejumlah pejabat daerah tetap hadir di tengah hari libur nasional sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan IKAMBA.
Ia juga meluruskan, data jumlah warga Manggarai Barat yang terdata dalam organisasi.
Menurut Paulinus, anggota IKAMBA Kaltim yang telah terdata saat ini mencapai sekitar 6.000 orang.
“Data yang sudah terkumpul untuk IKAMBA Kalimantan Timur itu sekitar 6.000 orang,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah pengurus yang resmi dikukuhkan mencapai 54 orang, yang terdiri dari berbagai bidang sesuai kebutuhan organisasi dan komunitas warga Manggarai Barat di Kalimantan Timur.
Selain pengukuhan pengurus, IKAMBA juga mulai menyiapkan sejumlah agenda prioritas organisasi seperti G100. Termasuk penguatan pendidikan, konsolidasi komunitas, serta pemberdayaan sosial bagi masyarakat Manggarai Barat di perantauan.

