

SAMARINDA: Pemerataan kualitas pendidikan di Kota Samarinda dinilai masih menjadi pekerjaan rumah. Meski kurikulum yang diterapkan di seluruh sekolah negeri telah sama, perbedaan fasilitas antarsekolah dinilai masih memengaruhi pandangan masyarakat terhadap keberadaan sekolah favorit.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, secara akademik tidak ada perbedaan kurikulum di setiap sekolah negeri karena seluruhnya mengacu pada standar nasional. Namun, kesenjangan sarana dan prasarana masih menjadi faktor yang membentuk persepsi masyarakat.
“Ada sekolah yang memiliki lapangan olahraga lengkap, laboratorium memadai, sementara sekolah lain belum memiliki fasilitas yang sama,” ujarnya!di Samarinda, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Novan, kondisi tersebut tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat mengingat jumlah sekolah negeri di Samarinda cukup banyak, yakni sekitar 164 sekolah dasar (SD) dan 50 sekolah menengah pertama (SMP).
Perbaikan sarana prasarana dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menilai, ketimpangan fasilitas menjadi salah satu penyebab masih kuatnya anggapan mengenai sekolah favorit di kalangan masyarakat, terutama orang tua saat memilih sekolah untuk anaknya.
Karena itu, Komisi IV DPRD Samarinda terus mendorong pemerintah daerah agar pemerataan fasilitas pendidikan menjadi prioritas sehingga seluruh sekolah memiliki kualitas layanan yang setara.
Selain peningkatan sarana, Novan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, kualitas pembelajaran tidak boleh menurun meski masih terdapat keterbatasan fasilitas.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan guru yang kurang disiplin atau persoalan lain yang dapat memengaruhi mutu pendidikan.
“Setiap sekolah memiliki pengawas. Kalau ada laporan terkait kedisiplinan guru atau persoalan lain, harus segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan. Jangan sampai fasilitas belum merata, kualitas mengajarnya juga ikut menurun,” tegasnya.
Komisi IV berharap peningkatan fasilitas dan kualitas pembelajaran dapat berjalan beriringan sehingga seluruh sekolah negeri di Samarinda mampu memberikan layanan pendidikan yang setara tanpa adanya stigma sekolah favorit maupun nonfavorit.

