SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) mendorong keterlibatan seniman profesional dalam pembelajaran di sekolah untuk mengasah bakat dan kreativitas peserta didik.
Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pendidikan seni sekaligus membuka ruang bagi siswa mengembangkan potensi di bidang seni rupa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengatakan kegiatan pameran seni rupa yang mengangkat sejarah situs-situs di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara patut mendapat apresiasi.
Menurutnya, pameran tersebut tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menyampaikan cerita dan nilai sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai pameran, tetapi bisa terhubung dengan aktivitas pendidikan di sekolah.
Salah satunya melalui pengembangan kegiatan ekstrakurikuler seni rupa dengan melibatkan seniman sebagai tenaga pengajar tamu.
“Kalau bisa seniman ini masuk sekolah, jadi bukan lagi mengandalkan hanya gurunya. Mereka bisa masuk sebagai guru tamu supaya lebih profesional,” ujar Armin usai menghadiri Pameran Dibalik Situs, di Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim Kaltara, Samarinda Seberang, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan ekstrakurikuler sebenarnya sudah tersedia di sekolah. Namun, keterlibatan seniman dinilai dapat memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka berkesempatan belajar langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman di bidang seni rupa.
Menurut Armin, potensi dan minat siswa di Kalimantan Timur perlu terus dikembangkan melalui ruang pembelajaran yang lebih beragam. Ia menilai prestasi siswa Kaltim di tingkat nasional menunjukkan bahwa anak-anak daerah memiliki kemampuan yang patut didukung.
Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan seniman diharapkan dapat menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengasah bakat siswa sejak dini.
Dengan pendampingan yang tepat, peserta didik dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya.
Selain mendorong seniman terlibat dalam kegiatan pendidikan, Armin juga berharap karya seni rupa lokal mendapat ruang apresiasi yang lebih luas.
Disdikbud Kaltim, menurutnya, dapat mengakomodasi karya seniman untuk dipajang di kantor dinas, Taman Budaya, maupun museum.
“Kita mau menggandeng nanti seniman ini masuk. Kalau bisa, Dinas Pendidikan bisa mengakomodir karya mereka untuk dipajang di kantor Dinas Pendidikan, apakah Taman Budaya, apakah di museum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Taman Budaya dan museum juga diharapkan berperan dalam mengoleksi karya seni rupa dari Kalimantan Timur.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu memperkenalkan karya seniman lokal sekaligus memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni dan sejarah daerah.
Armin berharap sinergi antara dunia pendidikan, seniman, dan lembaga kebudayaan dapat terus diperkuat.
Dengan demikian, seni rupa tidak hanya hadir dalam kegiatan pameran, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas generasi muda di Benua Etam.

