Samarinda – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan rotasi jabatan struktural secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kaltim, Rabu (5/1/2022) kemarin.

Salah satu dinamika yang pasti terjadi terhadap para PNS/ASN sesuai waktu pengambilan sumpah jabatan sebagai jenjang dalam pengembangan karir.
“Sebagai aparatur negara kita harus mengembangkan karir. Salah satunya saya di mutasi ke Jawa Timur (Jatim) dengan penetapan jabatan berbeda dari sebelumnya,” terang mantan Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Teknis dan Humas KPU Kaltim Rizki I Susanti.
Rizki sapaan akrabnya menegaskan jika di Jatim ia akan ditugaskan sebagai Kabag Hukum dan SDM. Jadi memang jabatan tersebut adalah sesuatu yang baru dan tentu perlu dilakukan sebagai abdi negara yang memiliki tugas dan fungsi melayani masyarakat yang tidak hanya menetap di satu provinsi saja melainkan di seluruh Indonesia termasuk KPU RI.
“Yang jelas saya di Bagian Hukum dan SDM. Tentunya saya pementasan pegawai karena memang Jatim itu posisinya berbeda dengan Kaltim. Selain memang sebuah sumpah demi berpelayanan terhadap masyarakat, hal ini dapat dikatakan upaya dalam pengembangan karir,” sebutnya.
Berkaca dari jumlah kabupaten/kota di Kaltim yakni 10, dibandingkan jumlah kabupaten/kota yang terdapat di pulau Jawa yaitu lebih dari 25, Rizki mengaku jika ini pastinya menjadi tantangan yang lebih besar.
Meski demikian, pihaknya tetap optimis bisa memberikan pelayanan baik terhadap masyarakat dan tidak menjadikan perbandingan tersebut sebagai masalah besar. Mengingat juga Pilkada, Pileg, dan Pilpres dalam Pemilu Serentak 2024 tidak lama lagi akan dilakukan sehingga akan dilakukan persiapan dengan pembenahan.
Namun sejauh ini fokus pertama pihaknya adalah melakukan pemetaan pegawai dan mendalami apa saja hal-hal yang menjadi evaluasi di kabupaten/kota tempat dirinya ditugaskan.

Sementara itu, Sekretaris KPU Kutai Kartanegara (Kukar) yang baru dilantik Amaliyah Nur mengatakan bahwa mulai hari ini ia langsung fokus bekerja, dimulai dengan melakukan pembenahan di internal KPU karena saat ini sedang terjadi kesenjangan jabatan.
“Kemudian pembenahan internal karena ada beberapa teman-teman di Sekretariat KPU Kukar yang sudah mencukupi golongannya untuk bisa menjabat sebagai definitif dari kasub,” ungkapnya.
Amaliyah Nur menyebutkan kekosongan terdapat pada dua kursi, pertama Kasubag Keuangan Logistik dan Kasubag Program Data.
“Jadi kita mulai dari pembenahan internal dulu kemudian nanti kemungkinan minggu depannya saya bersama komisioner, kita akan melakukan penguatan eksternal,” tegasnya.

