Samarinda – Meski di tengah masa pandemi Covid-19, kinerja Pemprov Kaltim pada tahun 2021 kian meningkat berkat dukungan setiap elemen masyarakat termasuk DPRD Kaltim.
Gubernur Kaltim Isran Noor mengklaim bahwa bentuk keberhasilan tersebut seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional 4 persen atau sebesar 4,51 persen menjadi Rp 1.22,24 triliun pada kuartal III tahun 2021.
Selain itu, untuk indeks pembangunan masyarakat (IPM) Kaltim sebesar 76,88 atau meningkat 0,64 poin dibandingkan capaian tahun 2020 sebesar 76,24 poin. Bahkan, IPM Kaltim hampir sejajar di skala nasional yakni peringkat tiga nasional di bawah DI Yogyakarta (DIY) dan DKI Jakarta.
“IPM Kaltim berada pada peringkat ketiga nasional di bawah DIY dan DKI Jakarta,” ungkap Isran dalam momen Peringatan HUT ke-65 Kaltim di Hotel Mercure, Jumat (7/1/2022).
Penghargaan lainnya yang berskala nasional yakni berupa penghargaan bidang pengelolaan sumber daya laut, pesisir dan pulau-pulau Kecil.
Kemudian mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana (Keluarga Berencana), Abdi Bhakti Tani, Produktivitas UKM Paramakarya, Persaingan Usaha (KPPU Award), Peningkatan Indeks Demokrasi, dan Pelayanan Publik.
Sedangkan untuk sektor pendidikan, Pemprov Kaltim telah menganggarkan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) sebesar Rp 160 miliar dan telah disalurkan kepada para penerima BKT tahun 2021.
Hal lain yang juga membanggakan yakni Pemprov Kaltim berhasil mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-8 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2020.
Bahkan keberhasilan yang cukup menonjol adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pencapaian PAD dari penerimaan pajak kendaraan bermotor yang melebihi target yakni pada tahun 2021 semula ditargetkan Rp 4,2 triliun, realisasinya adalah Rp 4,7 trilun.
Lebih lanjut, Isran mengatakan jika Pemprov Kaltim berkomitmen untuk memberikan dan mengusahakan jaminan pendidikan kepada anak korban Covid-19.
Program tersebut diambil Pemprov Kaltim karena program ini batal dilaksanakan pemerintah pusat sehingga pemberian santunan ini boleh dikatakan satu-satunya di Indonesia yang kesemuanya melalui APBD Kaltim.
“Terkait komitmen diucapkan terima kasih kepada DPRD Kaltim yang telah mendukung dan merestui program ini,” tuturnya.
Lebih jauh, Kaltim ditetapkan Presiden RI Joko Widodo sebagai ibu kota negara (IKN) baru Republik Indonesia, melihat segala keunggulan yang dimiliki Kaltim, mantan Bupati Kutai Timur ini berharap menjadi upaya lain membawa perubahan besar dalam pemerataan pembangunan di Tanah Air, sekaligus menjadikan Kaltim sebagai motor penggerak kejayaan bangsa.

