Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Prajurit Kulon, Senin (17/1/2022).
Musrenbang ini dilakukan dalam menyusun perencanaan pembangunan Tahun 2023 mendatang.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pra Musrenbang yang telah di lakukan pihak Kelurahan Prajurit Kulon.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi terlaksana musrenbang hari ini di Kelurahan Prajurit Kulon.
“Pengajuan pembangunan harus sesuai kebutuhan dari masyarakat, kami berharap akses jalan dan drainase dapat diajukan karena itu pembangunan fisik kebutuhan masyarakat,” ungkap Ning Ika sapaan akrabnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musrenbang Kelurahan Prajurit Kulon, Senin (17/1/2022).
Dirinya berharap kegiatan ini dapat menampung semua aspirasi masyarakat. Tentunya kebutuhan masyarakat berbeda-beda namun nantinya akan dipilih usulan yang prioritas.
“Pastinya semua ingin mengusulkan, usulan tersebut kita tampung melalui Musrenbang ini. Nanti kita akan selektif sesuai kebutuhan dan anggaran yang ada, ” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Prajurit Kulon Cipto berharap musrenbang bermanfaat bagi masyarakat. Usulan Musrenbang di Kelurahan Prajurit Kulon sendiri masih didominasi dengan usulan fisik.
“Seperti semenisasi jalan, pembuatan atau pembenahan drainase. Ada juga pembuatannya jalan baru,” ungkap Cipto kepada Narasi.co saat ditemui di ruang kerjanya.
Selain usulan pembangunan fisik, juga terdapat usulan pembangunan non fisik. Seperti pelatihan-pelatihan dan kursus. Juga, pengadaan sarana pendidikan PAUD maupun olahraga.
“Usulan dari masyarakat, dan ini murni aspirasi dari masyarakat. Ini dari musyawarah RT dan RW, forum anak dan disabilitas yang ada di Kelurahan Prajurit Kulon,” urainya.
Sebelumnya, menurut Lurah Cipto Kelurahan Prajurit Kulon menjadi kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) oleh BNN Kota Mojokerto pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021.
“Kelurahan Prajurit Kulon sebagai kampung bersinar karena dalam sejarahnya pernah ditangkapnya dua orang bandar besar oleh BNN dengan barang bukti lumayan besar untuk ukuran kota Mojokerto,” kata Lurah Cipto.
Dirinya berharap, wilayah yang dipimpinnya menjadi tempat yang lebih produktif. Ada peningkatan ekonomi masyarakat sehingga masyarakat sejahtera.
“Lingkaran setan kemiskinan dan gelapnya narkoba, semoga segera berakhir dan masyarakat lebih sejahtera,” tuturnya.
Saat ini, Kelurahan Prajurit Kulon sudah memiliki 15 kelompok bersama (Kube) dan ada 114 orang yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
“Kami ada kube perikanan dengan ternak lele dan sayuran. Kalau dari binaan Disperindag ada 13 Kube. Mulai sulam pita, akaesesris, pembuatan cake (kue), tas kanvas goni hingga pembuatan Jamu,” ucapnya.
Hadir pada kesempatan ini, OPD Pemkot Mojokerto, Camat Prajurit Kulon, Lurah se-Kecamatan Batu Ampar, Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat. RT RW Toga Tomas, PKK, LPM dan karang Taruna.
Nantinya, hasil musrenbang kelurahan akan dimusyawarahkan lagi di musrenbang kecamatan pada Februari 2022 mendatang.

