Samarinda – Rencana pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim yang sebelumnya terjadwal akan digelar pada 10 Februari 2022 mendatang dibatalkan.
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) POBSI Kota Balikpapan Raymond Nirwan menyayangkan pembatalan pelaksanaan Musprov tersebut.
Bahkan jadwal penundaan Musprov yang mengacu pada surat keputusan nomor 010/POBSI.KT/II/2022 dengan bertanda tangan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Kaltim Ismail sebagai petahana tersebut sampai batas waktu tidak ditentukan.
“Surat pembatalan tersebut datang dari panitia pelaksana (panpel) dan bertandatangan Ketua Pengprov POBSI Kaltim Ismail,” ungkap Raymond Nirwan saat dikonfirmasi Narasi.co melalui telepon seluler.
Alasan pembatalan yang tertera dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penundaan disebabkan belum maksimalnya kesiapan panitia pengarah (SC) dan panitia pelaksana (OC).
Menanggapi hal tersebut Raymond menyampaikan rasa kekecewaannya dan menganggap POBSI Kaltim yang saat ini diketuai Ismail telah gagal secara organisasi dan prestasi.
“Secara organisasi mereka yang diharuskan menjalankan tugas sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk bisa melaksanakan Musprov 4 tahun sekali itu telah mereka abaikan,” tandasnya.
Sehingga dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Pengurus Besar (PB) POBSI di Jakarta, apakah nantinya akan dikartekerkan dengan pengurus besar, itu akan menjadi kebijakan PB.
Raymond berharap, pengurus pusat dapat mencampuri kisruh ini untuk diambil alih agar segera dilaksanakannya Musprov POBSI Kaltim.
“Bahkan ada beberapa pengurus POBSI di Kaltim yang telah datang ke Samarinda untuk hadir dalam Musprov. Seperti Paser, PPU, Kubar, Bontang dan saya sendiri dari Balikpapan. Tetapi ini justru dibatalkan,” ujar Raymond.
Semetara itu, kekecewaan serupa juga diutarakan langsung Ketua Pengcab POBSI Paser Lola Safira yang adalah pendukung Raymond Nirwan untuk maju menggantikan Ismail dalam pemilihan Ketua POBSI Kaltim di Musprov.
“Di sini kami Pengcab pendukung Raymond Nirwan sangat kecewa, karena kami dari daerah di luar Kota Samarinda sudah bolak balik dan menghabiskan sejumlah waktu dan biaya tapi Musprov justru dibatalkan. Sehingga kami harap pusat dapat mengambil alih ini,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan POBSI Kaltim Azhafi Abubakar yang membuat surat penundaan tersebut menerangkan bahwa apa yang telah pihaknya lakukan merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
“Saya sebagai tim penjaringan sudah melaksanakan tugas seluruhnya apa yang diarahkan sama Pengprov,” tuturnya.
Lanjut dia, karena SC, tim penjaringan, OC, itu yang membuat SK adalah Pengprov, sehingga baiknya mengonfirmasi langsung kepada Ketua Pengprov POBSI Kaltim Ismail.
“Karena saya inikan hanya di SK-kan, saya tidak tahu-menahu tentang pengunduran dan apapun itu, pembatalan karena memang tadi ada rapat dan mereka Pengprov yang memutuskan, kami ini hanya panitia yang dibentuk,” imbuhnya.

