Kukar – Terbukti suksesnya Berkah Salama Jaya (BSJ) Kaltim sebagai koperasi ternak penggemukan sapi dapat dilihat dari mampunya membawa kemakmuran kepada setiap anggota meski di tengah pandemi Covid-19.
Sentot mantan pengusaha katering menuturkan semenjak maraknya penyebaran kasus pandemi Covid-19 pendapatannya sebagai pengusaha katering terus menurun, dan tanpa disengaja dirinya dikenalkan oleh rekannya untuk bergabung sebagai peternak sapi.
Baru berjalan satu tahun, Sentot mengaku dirinya telah mendapat penghasilan yang terbilang lumayan dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Saya di BSJ baru berjalan satu tahun, background (latar belakang) pengusaha kateringan. Karena selama masa pandemi ini pendapatan menurun dan saya mulai belajar dari rekan-rekan akhirnya bergabung dengan BSJ,” kata Sentot.
Bahkan, saat ini pihaknya telah memiliki kandang sapi dengan kapasits 80 ekor sapi dan telah berhasil panen sebanyak 3 kali.
“Alhamdulilah hasil yang memuaskan,” ungkapnya.
Padahal untuk proses pemeliharaan sapi, sambung Sentot, pihaknya tidak begitu mengeluarkan biaya mahal sebab ia dapat memanfaatkan limbah makanan yang ada seperti ampas tahu, kulit jagung dan kulit singkong dari para penjual.
“Dengan modifikasi pakan. Maksudnya, untuk penggemukan tidak bergantung pada rumput saja tetapi juga dengan ampas tahu, kulit jagung kulit singkong dan limbah yang ada dengan menekan cost (modal) tapi hasil maksimal,” terang petani asal Lok Bahu itu.
Sehingga dengan berjalannya dua tahun sebagai peternak ini, Sentot mengatakan akan terus melanjutkan usaha ini dengan meningkatkan kapasitas kandang.

