Bontang – Ketimpangan pengunjung dagangan dalam gedung dan luar gedung yang menjadi keluhan pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) selama ini.
Menurut mereka, para pengunjung lebih memilih memadati dagangan luar gedung karena mudah diakses, sehingga berpengaruh pada tingkat pendapatan, dimana pendapatan pedagang luar gedung lebih besar sementara di dalam gedung malah sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa aktivitas jual beli masyarakat lebih ramai di luar area Pasar Tamrin.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas Pasar Tamrin.
Evaluasi direncanakan akan digelar sebulan setelah lebaran dengan melihat dasar dari keluhan para pedagang.
“Kalau kita belum bisa evaluasi sekarang, nanti sebulan setelah lebaran,” ujarnya kepada Narasi.co belum lama ini.
Adapun saat ini tingkat kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan masih sangat tinggi, sehingga menurutnya tidaklah efektif jika dilakukan evaluasi.
“Paling bagus ketika tingkat kebutuhan masyarakat rendah. Jadi sekitar sebulan setelah lebaran baru bisa dilakukan evaluasi,” ujarnya.
Hasil evaluasi aktivitas pasar tersebut akan menjadi pedoman bagi pemerintah dalam penentuan langkah upaya menstabilkan pendapatan pedagang Pasar Tamrin.
“Hasil dari evaluasi itulah yang bakal jadi pedoman kita, untuk penentuan kira-kira langkah terbaik Pasar Tamrin,” tandasnya.

