SAMARINDA: Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, sejumlah agen perjalanan di Samarinda justru mengalami penurunan jumlah pelanggan.
Kondisi ini salah satunya dirasakan oleh Cendana Travel, yang menyebut minat masyarakat membeli tiket secara langsung di agen terus menurun akibat maraknya platform pemesanan online.

Customer Service Cendana Travel, Ghopur, mengungkapkan bahwa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengguna jasa travel saat ini mengalami penurunan signifikan, bahkan hingga hampir 50 persen.
“Kalau dibandingkan dulu sebelum ada aplikasi online, sehari bisa sampai 50 orang. Sekarang paling tinggal 30 orang saja. Bahkan bisa dibilang hampir 50 persen berkurang,” ujarnya saat ditemui di kantor Cendana Travel, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurutnya, kehadiran platform digital seperti Traveloka menjadi faktor utama berkurangnya pelanggan di agen travel konvensional.
Selain lebih praktis, harga yang ditawarkan secara online juga dinilai lebih murah dibandingkan pembelian langsung di agen.
“Sekarang orang lebih banyak beli lewat aplikasi seperti Traveloka. Harganya juga biasanya lebih murah, selisih bisa Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Itu sangat berpengaruh,” jelas Ghopur.
Dari sisi harga, Ghopur menyebut tidak semua moda transportasi mengalami kenaikan menjelang Lebaran.
Tiket kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia dan pesawat masih berada pada kisaran normal, sementara kenaikan justru terjadi pada kapal feri.
“Kalau untuk kapal ferry memang ada kenaikan. Tapi kalau kapal Pelni sama pesawat masih normal,” katanya.
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang dibanding hari biasa, lonjakan tersebut tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan tren beberapa tahun sebelumnya.
Ghopur menjelaskan pola perjalanan masyarakat juga mengalami perubahan.
Jika sebelumnya banyak yang membeli tiket mendekati hari raya, kini justru puncak pembelian terjadi jauh sebelum Lebaran.
“Ramainya itu biasanya di pertengahan puasa sampai H-5 atau seminggu sebelum Lebaran. Kalau sudah mendekati H-2 atau H-3 malah sepi,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat kini cenderung menghindari perjalanan mendekati hari raya untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan ketidakpastian jadwal.
“Orang sekarang tidak mau mepet di jalan. Jadi mereka pilih berangkat lebih awal,” tambahnya.
Cendana Travel sendiri melayani rute domestik melalui jalur udara maupun laut, seperti pelabuhan dan bandara.
Namun, segmen pelanggan yang menggunakan jasa travel kini juga mengalami perubahan.
Ghopur menyebut mayoritas pelanggan yang masih menggunakan jasa agen travel berasal dari daerah pelosok, seperti wilayah Mahakam Ulu, yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi digital.
“Kalau masyarakat kota sudah banyak yang beralih ke online,” jelasnya.
Sementara itu, minat terhadap layanan travel darat antarkota juga mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya perjalanan serta kecenderungan masyarakat mencari alternatif yang lebih murah.
“Travel darat juga berkurang. Karena biaya naik, sementara orang maunya yang murah,” katanya.
Selain itu, Ghopur juga menyoroti kendala dalam proses pembatalan tiket, khususnya untuk moda transportasi laut.
Ia menjelaskan bahwa pembatalan tiket kapal harus dilakukan langsung di loket pelabuhan sehingga tidak bisa diurus melalui agen.
“Kalau kapal, pembatalannya harus langsung ke Balikpapan. Tidak bisa lewat agen. Tapi kalau pesawat masih bisa kami bantu,” ujarnya.

