BALIKPAPAN: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menegaskan meski memiliki sumber daya alam berlimpah, Kaltim tetap harus bangkit dan mandiri sektor pertanian. Tidak semata bergantung batu bara, migas dan kelapa sawit.
“Kan tidak ada orang makan sawit, apalagi makan batubara. Orang perlu pangan dan ini yang mulai sekarang kita gerakkan,” katanya.
“Kita bangunkan warga kita yang tertidur selama ini, bukan lahannya yang tidur,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan saat berbincang santai dalam program Podcast Kaltim Post bertema Meneropong Asa Kaltim 2024 di Kafe Ruang Hati Gedung Biru Kaltim Post Balikpapan, Jumat (12/1/2024).
Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menginginkan agar Kaltim bisa mandiri pangan bahkan mampu menyuplai kebutuhan warga IKN.
Tak hanya sektor pertanian, Akmal menjelaskan potensi sektor pariwisata juga sangat besar, namun perlu dikelola secara masif dan lebih baik melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
“Jadi, Kaltim yang aman dan damai ini menjadi modal dasar kita untuk terus membangun agar menjadi mitra strategis IKN,” pungkasnya.
Dalam podcast berdurasi 1 jam siar yang dipandu Direktur BTV Widji Winarko dan Pimpred Kaltim Post, Akmal mengisahkan sejak awal dirinya dipercaya memimpin Kaltim selama 4 bulan hingga saat ini.
“Saya bertugas di sini seperti pulang kampung,” tuturnya.
Bukan tanpa alasan, hal itu ia katakan sebab menurutnya secara kultur, sosial dan budaya Kaltim hampir mirip dengan daerah asalnya, Sumatera Barat.
“Masyarakatnya religius, ramah dengan semua orang dan lebih hebat dari kampung saya. Di sini beragam etnik. Ya, seperti miniaturnya Indonesia,” pujinya.
Ia mengaku selama memimpin Kaltim hampir-hampir tidak mengalami kendala dan permasalahan yang berarti. Namun hadirnya IKN menjadi tantangan tersendiri bagi Kaltim.
“Tantangan kita adalah bagaimana berkolaborasi pemerintah pusat, provinsi bersama sepuluh kabupaten dan kota membangun Kaltim serta mendukung IKN,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk menyukseskan berbagai program pembangunan maka yang paling utama adalah memastikan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Termasuk mendorong setiap kabupaten dan kota membuat rencana detail tata ruang (RDTR) daerahnya berdasarkan RTRW dari provinsi.
“Agar nantinya, kita mudah melakukan pengembangan wilayah, serta membangun aksesibilitas sebagai daerah penyangga IKN, terlebih daerah-daerah bufferzone yang bersentuhan langsung dengan IKN.” terangnya.
Kehadiran Akmal disambut langsung Wakil Direktur Utama Kaltim Post Erwin Dede Nugroho dan Pimpred Kaltim Post Romdani beserta jajaran manajemen Kaltim Post Group. (*)

