SAMARINDA: Program pemerataan akses internet desa di Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat capaian signifikan.
Hingga akhir 2025, akses internet telah menjangkau 802 desa, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebanyak 716 desa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan realisasi program telah mencapai 112 persen dari target awal.
Program internet desa ini didukung anggaran sebesar Rp8,8 miliar dari total alokasi Rp9,2 miliar, dengan tingkat realisasi anggaran sekitar 95 persen.
“Target RPJMD kita 716 desa, tetapi realisasinya sudah 802 desa. Artinya capaian program internet desa sudah 112 persen,” ujar Faisal saat ditemui di Samarinda, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menjelaskan, perluasan akses internet desa menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung kegiatan pendidikan, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Meski capaian melampaui target, Faisal mengakui masih terdapat desa yang belum terjangkau layanan internet.
Berdasarkan data Diskominfo Kaltim, 39 desa hingga kini belum mendapatkan akses internet, sementara 125 desa lainnya belum dapat diprogramkan karena belum tersedianya aliran listrik.
“Kendala utama di lapangan adalah ketersediaan listrik. Desa yang belum memiliki listrik tentu belum bisa kita pasangi jaringan internet,” jelasnya.
Menurut Faisal, desa-desa yang belum terjangkau umumnya berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit dan tergolong sebagai desa terujung.
Beberapa desa di antaranya berada di Kabupaten Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, dan Paser.
Untuk itu, pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Provinsi Kaltim akan memfokuskan program internet desa pada wilayah-wilayah terujung dan kawasan blank spot, dengan tetap memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama terkait penyediaan listrik.
“Capaian 2025 ini menjadi modal penting. Di 2026, fokus kita adalah desa-desa yang benar-benar terujung dan masih belum terjangkau akses internet,” pungkas Faisal.

