Samarinda – Sebanyak 50 lembaga yang tergabung dalam Aliansi Mahakam (Masyarakat Kaltim Menggugat kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kaltim, Senin (11/4/2022).
Sekitar 1.500 demonstran tersebut membawa tiga tuntutan. Pertama, menolak kenaikan harga BBM, menolak kenaikan harga PPN, dan menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan tiga periode presiden.

Demonstran menilai, waktu kenaikan harga BBM dan PPN sangat memberatkan masyarakat. Di samping harganya yang begitu tinggi, saat ini Indonesia sedang di dalam masa pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang seyogyanya pemerintah diharap kembali mempertimbangkan kebijakan tersebut.
Selain itu, kabar perpanjangan masa jabatan presiden yang beredar hingga tiga periode dan ditelan mentah masyarakat dianggap tidak sesuai dengan konstitusi yang berlaku sehingga Pemilu tahun 2024 diharap tetap harus dilaksanakan.
“Hari ini kami datang dengan damai, kami datang dengan aspirasi, kami mohon kepada pimpinan DPRD Kaltim segera datang duduk bersama bersama kami di sini untuk merespon sikap aspirasi kami,” tegas salah seorang demonstran yakni Nurhayani.

