SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) melalui penyediaan ambulans terapung.
Armada khusus ini menjadi solusi strategis untuk menjangkau masyarakat pedalaman dan pesisir yang memiliki keterbatasan akses darat.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan kondisi geografis Kaltim yang didominasi sungai besar dan wilayah pesisir menjadikan ambulans air sebagai kebutuhan vital dalam sistem rujukan kesehatan.
“Wilayah yang hanya bisa dijangkau lewat sungai atau laut tetap harus mendapatkan layanan medis cepat dan aman. Ambulans terapung menjawab kebutuhan itu,” ujarnya, Jumat, 9 Januari 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu unit ambulans terapung senilai Rp1,7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.
Armada ini diharapkan menjadi tulang punggung layanan kesehatan di hulu Sungai Mahakam, terutama untuk evakuasi pasien dan rujukan darurat dari kampung-kampung terpencil.
Meski akses darat Tering–Ujoh Bilang telah dibuka, Jaya menegaskan ambulans air tetap krusial.
Pasalnya, sejumlah ruas lanjutan seperti dari Ujoh Bilang menuju Long Apai belum sepenuhnya memadai.
“Untuk wilayah-wilayah itu, jalur air masih menjadi opsi tercepat dan paling aman,” jelasnya.
Pemprov Kaltim juga memastikan layanan ambulans terapung masuk dalam skema jaminan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak dibebani biaya tambahan saat membutuhkan penanganan darurat.
Adapun operasional armada yang diserahkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat agar layanan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, Dinkes Kaltim terus memetakan daerah lain yang membutuhkan fasilitas serupa. Kawasan kepulauan wisata seperti Derawan dan Maratua di Kabupaten Berau turut menjadi perhatian, mengingat tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan di wilayah pesisir.
“Inisiatif ini tidak berhenti di satu daerah. Target kami, semakin banyak wilayah 3T yang terlayani, semakin kecil kesenjangan akses kesehatan di Kaltim,” pungkas Jaya.

