SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berharap rencana bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) kepada kabupaten/kota pada 2027 tidak dihapus sepenuhnya, meski kondisi fiskal daerah tengah mengalami penurunan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut dinamika terkait kemungkinan kosongnya bantuan keuangan provinsi telah berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Meski memahami kondisi keuangan provinsi, ia meminta agar kebijakan tersebut tidak diberlakukan secara total.
“Kami juga bisa memahami keadaan pemerintah provinsi. Tapi saya mohon dan sarankan kepada pemerintah provinsi, termasuk kepada DPRD provinsi, janganlah kosong sama sekali,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada Samarinda, tetapi juga seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Ia menegaskan bahwa kekuatan provinsi sangat bergantung pada kemajuan daerah di bawahnya.
“Karena kekuatan provinsi itu ada di kabupaten kota. Artinya, kalau kabupaten kota berhasil dan maju, otomatis provinsinya juga maju,” katanya.
Ia berharap isu pengosongan bantuan keuangan tersebut masih sebatas rumor.
Pasalnya, ia meyakini pemerintah provinsi tetap memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan daerah.
“Saya masih menganggap itu rumor karena saya tidak yakin Pak Gubernur punya pikiran akan mengosongkan,” ucapnya.
Terkait komunikasi dengan pemerintah provinsi, Andi Harun mengungkapkan gubernur telah menyampaikan komitmen untuk tetap membantu program pembangunan di Samarinda.
Bahkan, gubernur mendorong agar pembangunan kota dilakukan secara optimal dengan belajar dari daerah lain.
“Beliau menyatakan kepada saya akan membantu program Samarinda. Bahkan menyarankan bisa melihat daerah lain seperti Pontianak dalam penataan sungai, atau berkunjung ke Kota Kuching,” ungkapnya.
Selain itu, Andi Harun juga mengundang gubernur untuk menghadiri sejumlah agenda peresmian proyek di Samarinda yang dalam waktu dekat akan rampung, seperti Pasar Pagi, terowongan yang masih menunggu izin dari Kementerian PUPR, serta proyek lainnya.
Sebelumnya, undangan juga telah disampaikan untuk peresmian sekolah prestasi di Loa Bakung, namun gubernur berhalangan hadir karena agenda dinas luar.
“Tadi saya sampaikan untuk Pasar Pagi. Beliau menyatakan insyaallah selama tidak ada dinas yang lebih penting, beliau akan hadir,” pungkasnya.

