SAMARINDA: Walikota Samarinda, Kalimantan Timur Andi Harun, menekankan pentingnya meneruskan pembangunan di Samarinda, khususnya Kecamatan Sungai Kunjang sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah kota.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberi sambutan pada Penyerahan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), di Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (5/12/2023).
Ia memaparkan bahwa pembangunan ini sudah ada sejak dahulu dan menjadi tanggung jawab bersama untuk melanjutkannya sebagai bagian integral dari perkembangan Kota Samarinda.
“Kampung Sungai Kunjang ini ada dan dibangun sejak dahulu, oleh karena itu menjadi wajib bagi kita semua untuk meneruskan pembangunan sebagai bagian dari Kota Samarinda,” ujar Andi Harun.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa partisipasi semua pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dasa Wisma, Ketua RT, dan masyarakat, adalah kunci kesuksesan dalam melanjutkan pembangunan tersebut.
“Melibatkan diri dalam pembangunan Sungai Kunjang, artinya telah meneruskan dan melanjutkan pembangunan yang telah ada bahkan sesuai dengan manuskrip kerajaan Kutai Kartanegara sejak 1849,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kota Tepian tersebut juga menekankan arti gotong royong dalam pembangunan kota, dan menegaskan bahwa ketidakpartisipasian dalam gotong royong adalah tidak mendukung pembangunan.
“Sebaliknya, jika ada di antara kita di dalam kota Samarinda ini yang tidak terlibat pembangunan, itu namanya bukan membangun tapi menjadi beban daripada pembangunan,” katanya.
Ia menyimpulkan bahwa pembangunan harus terus dilanjutkan, meskipun dengan tantangan yang berbeda dari masa ke masa.
Harus ada kesiapan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat.
“Setiap perkembangan zaman tantangan pembangunan itu berbeda beda, dulu belum ada tantangan yang seperti kita hadapai sekarang. Jumlah penduduk masih terbatas setiap hari populasi penduduk semakin bertambah sehingga tantangan dari rakyat pun semakin tinggi,” tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan ini, Andi Harun berpendapat bahwa kota harus memiliki daya tahan tinggi dan mampu beradaptasi cepat terhadap perkembangan dan tantangan, termasuk dalam mengelola pertumbuhan populasi penduduk yang semakin tinggi.
“Kita tidak boleh melarang dan tidak memiliki kemampuan untuk tidak menambah populasi, yang harus dilakukan kita harus berdaya tahan tinggi beradaptasi dengan cepat terhadap semua perkembangan dan tantangan termasuk tantangan yang harus kita hadapi terhadap pertumbuhan populasi penduduk,” pungkasnya. (*)

