SAMARINDA : Wali Kota Samarinda Andi Harun kembali mengisi kultum selepas salat zuhur berjemaah di Musala Ar-Raudhah Balai Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa, Senin (10/4/2023).
Dalam kultum bakda zuhur yang rutin digelar selama Bulan Ramadan 1444 hijriah di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda tersebut, Wali Kota Andi Harun mengupas beberapa hadist Rasulullah SAW mengenai ciri-ciri orang yang merugi di dunia termasuk pada Bulan Ramadan.
Dijelaskan, sungguh merugi kaum muslimin yang tidak diampuni dosa-dosanya padahal diberi umur panjang dan berkesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadan, notabene merupakan bulan untuk mensucikan umat, penuh ampunan, terdapat banyak amalan pahala berlimpah dan penggugur dosa.
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan kemudian Ramadan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni,” demikian bunyi hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad (HR. Ahmad) yang ditegaskan Andi Harun.
Kemudian diterangkannya secara umum ada beberapa ciri manusia yang merugi di atas muka bumi ini, yakni mereka (orang) yang masih memiliki orang tua, tapi tidak berhasil mendapatkan surga.
Hal itu diungkapkanya sebagaimana hadits sahih Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda ‘barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya)’.
Sebutnya selagi seorang anak yang masih memiliki orang tua hendaknya memanfaatkan salah satu pintu utama dan mudah untuk memperoleh keridaan Allah SWT. Kata dia, orang tua merupakan pintu surga paling dekat yang dapat diakses oleh seorang manusia.
Selanjutnya, ciri orang merugi di dunia apabila mendengar nama Rasulullah SAW, tapi tidak mau menjawab dengan berselawat. Dari hadist riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda, ‘orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca selawat kepadaku’.
“Mau selamat dunia akhirat tapi nama Rasulullah saat di dengarnya tidak mau berselawat. Bagaimana mau selamat? Jangan pelit berselawat kepada Rasulullah. Kita membutuhkan syafaat beliau,” tuturnya.

