JAKARTA: Hingga melewati masa puncak arus balik, penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berjalan lancar dan terkendali.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, saat melakukan monitoring arus lalu lintas di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 4 Januari 2026.
“Hasil evaluasi angkutan Nataru sejak dimulai pada 18 Desember 2025 hingga hari ini berjalan baik dan lancar. Terdapat peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berkat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Dirjen Aan.
Ia menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan atas kerja keras dalam mewujudkan penyelenggaraan angkutan Nataru yang aman, selamat, dan lancar.
“Evaluasi dari penyelenggaraan angkutan Nataru ini akan menjadi bahan perumusan kebijakan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran ke depan,” imbuhnya.
Terkait penerapan pembatasan angkutan barang serta pengaturan lalu lintas di jalan tol dan penyeberangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), Dirjen Aan menegaskan bahwa kebijakan tersebut secara resmi berakhir pada 4 Januari 2026 pukul 24.00 waktu setempat.
Setelah itu, aktivitas lalu lintas akan kembali berjalan normal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru mengalami penurunan signifikan.
Fatalitas korban meninggal dunia turun sebesar 27,12 persen, sementara jumlah kecelakaan secara keseluruhan menurun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jalan tol dan arteri terkendali, lokasi-lokasi wisata serta rumah ibadah juga relatif aman. Tahun lalu terdapat tiga peristiwa menonjol, sementara tahun ini hanya satu peristiwa menonjol. Secara umum, evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun ini berjalan lancar,” jelas Irjen Pol Agus.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, memaparkan bahwa hingga siang hari sebelumnya, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol telah mencapai 2,85 juta unit dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan.
“Artinya, realisasi sudah mendekati dan sesuai dengan proyeksi. Pergerakan kendaraan masih didominasi dari arah Timur sebesar 46 persen, kemudian arah Barat 29,2 persen, dan arah Bogor sebesar 23 persen,” terang Rivan.
Ia menambahkan, arus lalu lintas dari arah Timur terbagi atas kendaraan dari Tol Trans Jawa sebesar 50 persen dan dari arah Bandung sebesar 49 persen.
Rivan juga menyebutkan bahwa puncak mobilitas masyarakat terjadi pada 20 Desember 2025 dengan jumlah kendaraan mencapai 189 ribu unit, serta pada 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan.
“Hingga kemarin, arus lalu lintas dari Tol Trans Jawa menuju Jakarta sudah lancar dan cukup landai, termasuk di titik pertemuan KM 66. Oleh karena itu, Jasa Marga menilai tidak perlu lagi diterapkan skema contraflow,” katanya.
Seluruh pihak berharap hingga penutupan Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada 5 Januari 2026, masyarakat dapat kembali ke Jakarta dengan selamat, aman, dan lancar, sehingga dapat melanjutkan aktivitas seperti sedia kala.

