SAMARINDA: Antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU kawasan Samarinda Seberang, tepatnya di tikungan dekat UINSI Samarinda, dikeluhkan warga karena dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, mengatakan antrean tersebut umumnya terjadi akibat tingginya permintaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
“Memang biasanya antrean itu terjadi untuk BBM subsidi. Sekarang juga sudah mulai diarahkan ke SPBU di pinggiran kota,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan persoalan antrean yang mengganggu arus lalu lintas pada dasarnya dapat diatasi melalui rekayasa lalu lintas.
Beberapa langkah teknis yang dapat dilakukan antara lain pengaturan jalur antrean, sistem penyaringan kendaraan, hingga pemanfaatan median jalan.
“Kalau kasus seperti ini sifatnya teknis, bisa diatur melalui rekayasa lalu lintas. Misalnya pengaturan filter kendaraan atau pemanfaatan median jalan,” jelasnya.
Namun, Boy menegaskan bahwa pengawasan dan penindakan di lapangan merupakan kewenangan kepolisian, dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas).
Dishub, kata dia, akan memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian untuk penanganan di lokasi.
“Untuk penilaian dan penindakan, itu ranah Satlantas. Kami biasanya berkoordinasi dengan mereka,” tambahnya.
Ia juga mengakui keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan dalam pengawasan antrean kendaraan, terlebih jika harus dilakukan secara terus-menerus.
“Petugas kita terbatas, tidak mungkin siaga setiap hari di satu titik. Apalagi antrean bisa terjadi berjam-jam bahkan berhari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ketertiban lalu lintas.
Tanpa kepatuhan pengguna jalan, potensi pelanggaran akan terus berulang meski sudah dilakukan imbauan.
“Kalau hanya diingatkan, hari ini bisa tertib, tapi besok belum tentu. Biasanya orang baru jera setelah ditilang,” katanya.
Dishub Samarinda memastikan akan menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan melakukan evaluasi serta memperkuat koordinasi bersama Satlantas guna meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi tersebut.

