SAMARINDA: 10 ribu umat Katolik diperkirakan mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda, Jumat, 3 April 2026.
Pastor Paroki Katedral Samarinda, RD Moses Komela Avan, mengungkapkan antusiasme umat pada tahun ini cukup tinggi.
Pada Kamis Putih, jumlah jemaat yang hadir mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 orang, sementara pada Jumat Agung meningkat hingga mendekati 10.000 jemaat.
“Untuk hari ini memang lebih banyak. Kami siapkan dua kali perayaan dengan total kapasitas sekitar 10.000 jemaat,” katanya saat diwawancarai media.
Ia juga memperkirakan jumlah jemaat pada malam Paskah akan tetap tinggi, dengan potensi mencapai sekitar 10.000 orang dalam satu kali perayaan.
Tingginya jumlah jemaat membuat pihak gereja menggelar dua kali misa untuk mengakomodasi antusiasme umat dalam rangkaian perayaan Paskah.
Pastor RD Moses menjelaskan bahwa perayaan Paskah dalam tradisi Katolik merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan, dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga puncaknya pada malam Paskah.
“Perayaan ini satu kesatuan. Kamis Putih mengenangkan perjamuan terakhir Yesus, Jumat Agung adalah puncak pengorbanan, dan malam Paskah kita menyambut kebangkitan,” ujarnya.
Ia menegaskan, inti dari seluruh rangkaian perayaan tersebut adalah pesan cinta kasih dan pengorbanan yang menjadi dasar iman umat Katolik.
“Cinta kasih yang paling besar adalah ketika Allah mengasihi manusia bukan karena kita pantas, tetapi karena kita perlu diselamatkan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang jemaat, Maria (34), mengaku rela datang lebih awal demi bisa mengikuti ibadah dengan khusyuk di dalam gereja.
“Saya datang bersama suami dan kedua anak saya dari pagi supaya bisa dapat tempat di dalam. Ini momen penting, jadi ingin ikut dengan tenang,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan Jumat Agung menjadi waktu refleksi mendalam bagi umat.
RD Moses berharap, melalui rangkaian perayaan Paskah, umat tidak hanya menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya umat semakin mengerti, mengimani, dan menghayati pesan cinta kasih yang melayani dan berkorban, sehingga hidup kita menjadi lebih bermakna,” pungkasnya.

