
KUTIM: Gelaran Open Tournament Futsal Bupati Cup (OTFBC) 2025 akhirnya mencapai penghujungnya. Ribuan pasang mata menyaksikan penutupan turnamen di GOR Kudungga, Sabtu, 22 November 2025, ketika Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menutup secara resmi kompetisi yang berlangsung selama beberapa pekan itu.
Suasana final yang meriah menjadi penanda berakhirnya salah satu ajang olahraga terbesar di daerah tersebut.
Pada momentum itu, Ardiansyah menyoroti perubahan format turnamen yang tahun ini digelar secara terbuka.
Pembukaan kesempatan bagi pemain profesional dari berbagai daerah, menurut dia, merupakan langkah strategis agar para pemain lokal dapat mengukur kemampuan sekaligus belajar langsung dari atlet berpengalaman.
“Tahun ini kami buat lebih terbuka supaya para pemain muda di Kutim bisa melihat standar permainan yang lebih tinggi,” tutur Ardiansyah.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pemain profesional bukan sekadar memperketat persaingan, tetapi menjadi ruang latihan nyata bagi para atlet lokal tanpa biaya.
Ardiansyah menilai pengalaman menghadapi lawan berkualitas akan membantu pemain Kutim meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.
“Pertemuan dengan pemain berpengalaman bisa menjadi lecutan semangat bagi anak-anak kita. Ini seperti mengikuti pelatihan tanpa harus membayar,” ujarnya.
Di balik penyelenggaraan turnamen ini, pemerintah daerah menyimpan harapan yang lebih besar. Kutim tengah menyiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026 di Kabupaten Paser.
Bupati menegaskan bahwa berbagai kompetisi, baik yang diadakan KONI maupun KORMI, ditujukan untuk memperkuat fondasi olahraga daerah agar Kutim mampu mendongkrak peringkat pada ajang tersebut.
“Kita ingin Porprov mendatang menjadi momentum perbaikan prestasi. Pada edisi sebelumnya kita berada di urutan kelima. Semoga ke depan posisi kita bisa menembus tiga besar,” kata Ardiansyah.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi pembinaan atlet sejak dini. Menurutnya, turnamen seperti OTFBC adalah wadah yang memberi ruang berlatih bagi generasi muda sekaligus memupuk kedisiplinan dan daya saing.
Ardiansyah menutup turnamen dengan mengucapkan syukur dan berharap kompetisi tersebut dapat memantik semangat baru dalam dunia olahraga Kutim.
OTFBC 2025 diharapkan menjadi agenda yang terus berkembang dan melahirkan bibit unggul di masa mendatang. (Adv)

