SAMARINDA: Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memastikan tidak ada pengajuan penerbangan tambahan (extra flight) pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Hingga pertengahan Desember 2025, arus penumpang dinilai relatif stabil dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan seperti pada momen Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Sub Bagian Keuangan dan Tata Usaha Bandara APT Pranoto Samarinda, Zaldi Ardian, mengatakan pola pergerakan penumpang saat Nataru di Samarinda cenderung berbeda dibanding daerah lain.
“Sampai dengan saat ini belum ada permintaan dari maskapai untuk extra flight. Kalau kita lihat dari tahun ke tahun, Nataru di Samarinda memang tidak terlalu terjadi lonjakan penumpang,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti Rapat Konsolidasi di Polresta Samarinda, Senin, 15 Desember 2025.
Berdasarkan evaluasi, Zaldi menyebut lonjakan pergerakan penumpang saat akhir tahun lebih dominan terjadi pada rute Samarinda menuju daerah pedalaman, bukan pada rute utama seperti Samarinda-Jakarta atau sebaliknya.
“Kalau rute Samarinda-Jakarta itu relatif datar, tidak jauh berbeda dari bulan-bulan biasa. Yang justru naik itu rute ke pedalaman,” jelasnya.
Data yang dipaparkan Bandara APT Pranoto menunjukkan pergerakan selama periode Nataru 2024-2025 justru mengalami penurunan dibanding Nataru sebelumnya:
Pergerakan pesawat
– Nataru 2023–2024: 468 pergerakan
– Nataru 2024–2025: 379 pergerakan
Jumlah penumpang
– Nataru 2023–2024: 52.397 penumpang
– Nataru 2024–2025: 44.573 penumpang
Pergerakan kargo
– Nataru 2023–2024: ±141.739 kg
– Nataru 2024–2025: ±226.621 kg
Penurunan jumlah pesawat dan penumpang tersebut menjadi salah satu indikator tidak adanya kebutuhan penambahan penerbangan.
Meski tanpa extra flight, bandara tetap mengantisipasi arus puncak penumpang yang diprediksi terjadi pada arus berangkat tanggal 24–25 Desember 2025 dan arus balik pada 3–4 Januari 2026.
Pola ini biasanya beririsan dengan akhir pekan, sehingga pergerakan penumpang terkonsentrasi pada hari-hari tertentu.
Zaldi menegaskan tidak ada perbedaan signifikan dalam standar pelayanan dibanding tahun sebelumnya.
Seluruh operasional bandara tetap mengacu pada standar keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Standarnya sama, baik hari biasa maupun momen khusus seperti Nataru. Hanya kewaspadaan yang ditingkatkan,” tegasnya.
Mengantisipasi persoalan eksternal, Bandara APT Pranoto mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal ke bandara, terutama untuk mengantisipasi faktor cuaca dan potensi banjir.
Selain itu, penumpang diminta mematuhi seluruh aturan keselamatan penerbangan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan bukan hanya tanggung jawab bandara dan maskapai, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkas Zaldi.

