
Bontang – Awal pekan ini, beberapa wilayah di Kota Bontang terendam banjir. Hal ini menjadi pusat perhatian Anggota DPRD Bontang, Agus Suhadi.
Menurutnya, banjir disebabkan adanya bangunan di bantaran sungai yang mengakibatkan aliran air terganggu.
“Saat ditelusuri, memang banyak bangunan di sepanjang bantaran sungai,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan, banyak bangunan di bantaran sungai berada di wilayah Kelurahan Kanaan dan Kelurahan Api-api, tepatnya di sekitar Gunung Sari.
“Yang saya perhatikan paling banyak itu di Kanaan dan Gunung Sari, yang mengakibatkan banyak sampah yang tersangkut di tiang dan turap,” tuturnya.
Oleh karena itu, pemerintah harus segera merelokasi dengan jarak sejauh 5 meter dari sungai. Serta dilakukan pengawasan agar masyarakat tidak mengulangi hal yang sama.
“Pengawasan harus diperketat soal keberadaan bangunan di bantaran sungai. Jika tidak, banjir besar akan menjadi langganan kita,” terangnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran air, baik drainase maupun sungai hingga menyebabkan air tersendat. Ini butuh kesadaran masyarakat agar saluran drainase tidak tersumbat sehingga aliran air berjalan dengan baik.
“Setiap lorong maupun perumahan kan ada tempat sampahnya, jadi buanglah di situ, jangan ke parit,” tutupnya.

