SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengakui bahwa bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada kabupaten/kota mengalami penurunan signifikan seiring kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
Rudy menyebut, kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh pemerintah kabupaten/kota, tetapi juga berdampak langsung terhadap postur anggaran Pemprov Kaltim.
“Jangankan wali kota, kami di provinsi juga kekurangan. Bahkan tahun depan kemungkinan anggaran kita masih akan berkurang sekitar Rp2 hingga Rp3 triliun,” ujar Rudy Mas’ud usai briefing bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 9 Februari 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur, alokasi bantuan keuangan tahun 2026 antara lain diberikan kepada Kota Samarinda sebesar Rp311,66 miliar, Kota Balikpapan Rp139,18 miliar, Kota Bontang Rp88,85 miliar, Kabupaten Kutai Kartanegara Rp50,32 miliar, Kutai Timur Rp27,49 miliar, Kutai Barat Rp5 miliar, Mahakam Ulu Rp5 miliar, Kabupaten Berau Rp222 miliar, Penajam Paser Utara Rp62,99 miliar, serta Kabupaten Paser Rp213,33 miliar.
Menurut Rudy, kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat berdampak langsung pada skema dana transfer ke daerah.
Situasi ini menuntut perubahan pola pengelolaan keuangan daerah agar tidak terus bergantung pada anggaran pusat.
“Ini tantangan bagi kita semua. Bagaimana kita tidak lagi bertumpu pada dana transfer pusat, tetapi mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Ia menekankan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur harus mulai memperkuat kemandirian fiskal dengan mengoptimalkan sumber-sumber PAD, baik dari sektor pajak, retribusi, maupun potensi ekonomi daerah lainnya.
Rudy juga mengingatkan bahwa ke depan ruang fiskal dari pemerintah pusat akan semakin terbatas.
Daerah yang tidak siap melakukan penyesuaian dinilai berisiko mengalami perlambatan pembangunan.
“Dana transfer dari pusat ke depan tentu sangat minim. Karena itu, semua daerah harus siap meningkatkan PAD masing-masing,” pungkasnya.

