
BONTANG : Banyaknya warga meninggalkan Kota Bontang, karena di sini belum bisa memberikan kesejahteraan bagi orang-orang yang tinggal dan mencari nafkah di dalamnya.
Demikian Anggota DPRD Kota Bontang Bakhtiar Wakkang alias BW, saat bincang-bincang dengan narasi.co, usai rapat mengikuti rapat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Bontang, di Pendopo Rujab Bontang, Senin (6/2/2023).
Dikatakan, Kota Bontang dengan label sebagai kota industri seharusnya bisa menjamin kesejahteraan penduduknya. Namun jika banyak memilih pergi maka kota ini dianggap gagal memberikan impian warganya.Maka dari itu, perlu sinergitas pemerintah kota (Pemkot), DPRD dan seluruh perusahaan agar Bontang yang masuk dalam kategori daerah penyangga IKN ini, menjadi daerah dengan daya tarik tersendiri, khusus dalam menjamin kesejahteraan dan mutu hidup.
“Bagaimana agar warga Bontang tidak berpindah ke wilayah lain untuk mengais rejeki, itu tugas kami,” jelasnya.
Adapun sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Administrasi Kependudukan Data Disdukcapil Bontang Ismail mengungkapkan bahwa sepanjang 2022, sebanyak 6.892 orang memilih angkat kaki dari Bontang.
Ia pun mengaku, tidak mengetahui secara pasti penyebab banyaknya warga yang memiliki pergi dari Kota Taman ini.
“Kalau untuk semester pertama periode Januari-Juni 2023 sebanyak 3.588 orang. Sedangkan pada semester II periode Juli-Desember angkanya turun menjadi 3.304 orang,” tandasnya.
Sementara itu jumlah penambahan penduduk tahun 2022 sebanyak 4.821 orang yang ditotalkan dari jumlah pendatang dan penambahan angka kelahiran.
“Itu berdasarkan data yang kami input di tahun lalu. Sementara untuk ditahun-tahun ini belum,” tandasnya.

