Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang mengusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia agar pendidikan moral dimasukkan kembali dalam kurikulum pembelajaran.
Pasalnya dirinya menilai anak-anak zaman sekarang kurang memiliki etika yang baik, termasuk dalam menghormati guru.
“Berbeda dengan dulu, anak-anak untuk berbicara sama guru saja takut apalagi melihat mata guru itu tidak berani. Kalau untuk sekarang panggilan guru seolah guru itu kawannya,” ungkapnya saat ditemui Narasi.co belum lama ini.
Hal ini dikarenakan pendidikan moral dan Pancasila tidak tercantum dalam kurikulum.
“Oleh sebab itu saya meminta melalui organisasi guru atau PGRI usulkan agar pendidikan moral dimasukkan dalam kurikulum,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparudin mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun buku Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi.
“Buku itu disusun dari bapak ibu guru kita dengan bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri dan akan diluncurkan pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia,” ujarnya.
Adapun materi yang dirancang berkaitan dengan pembentukan karakter siswa yang nantinya akan dimasukkan pada setiap mata pelajaran.
“Perwalinya sudah ada, tinggal tunggu pengesahan dan peluncurannya,” ungkap Saparudin.

