SAMARINDA: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) menilai tren pembayaran non-tunai di Kota Samarinda terus mengalami peningkatan, seiring tingginya adopsi sistem digital oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan generasi milenial kini lebih nyaman menggunakan pembayaran digital dibanding membawa uang tunai.
“Sekarang mayoritas generasi milenial sudah senang menggunakan non-tunai dibandingkan membawa tunai. Bahkan mungkin orang lebih khawatir ketinggalan handphone dibanding ketinggalan dompet,” ujarnya usai menghadiri pembukaan Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 di Halaman Parkir GOR Segiri, Jumat 20 Februari 2026.
Ia menyebut, perkembangan era digital mendorong masyarakat untuk menangkap peluang sekaligus tantangan dalam sistem pembayaran elektronik.
Ke depan, berbagai kanal layanan publik termasuk transportasi juga akan terus diarahkan ke sistem non-tunai.
“Era sekarang adalah era digital. Pembayaran dilakukan secara non-tunai di mana-mana, termasuk transportasi umum dan loket pembayaran. Semua ekosistem didorong ke arah non-tunai,” katanya.
Dalam mendukung percepatan elektronifikasi transaksi, BI Kaltim turut menjadi sponsor kegiatan Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026.
Hal tersebut, kata Jajang, merupakan bagian dari komitmen BI dalam meningkatkan transaksi elektronik di daerah.
Ia menilai tingkat literasi dan adopsi digital di Samarinda tergolong tinggi, baik di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.
Bahkan pedagang kaki lima pun kini telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.
“Saya pernah lihat pedagang kaki lima sudah pakai QRIS. Ini menunjukkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat untuk bertransaksi non-tunai sudah sangat tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, 100 persen tenant di Wisata Belanja Ramadan 2026 telah menyediakan kanal QRIS sehingga memudahkan masyarakat bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai.
“Masyarakat jangan khawatir ketinggalan dompet. Yang penting bawa handphone dan ada saldo,” tambahnya.
BI Kaltim berharap peningkatan penggunaan QRIS tidak hanya mendorong kemudahan transaksi, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kota Samarinda.

