
Bontang – Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina meminta pemerintah kota (Pemkot) menanggapi serius persoalan banjir, hingga kini Kota Bontang belum bisa mengatasi banjir yang tak kinjung usai.
Menurut Amir Tosina, banjir di Kota Bontang menjadi persoalan yang berulang-ulang, sehingga pemerintah seharusnya peka terhadap kasus tersebut.Namun kami lihat dari pemerintah lambat merespon yang sedang dialami masyarakat.
“Jika tidak ada penanganan banjir atau dibiarkan berkepanjangan, maka saya yakini ke depan Bontang bisa saja tenggelam kalau tidak dilkukan mulai saat ini,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Pemkot diharapkan segera merealisasikan anggaran 10 persen dari APBD untuk penanganan banjir, baik itu perbaikan drainase atau pun semua aspek yang dapat menyelesaikan persoalan banjir.Dan ini perlu keseriusan pemerintah.
“Tidak ada alasan yang masuk akal untuk menunda-nunda realisasi 10 persen APBD untuk mengatasi banjir,” tegas Amir beberapa hari yang lalu.
Diketahui, ada enam wilayah yang saat ini mengalami musibah banjir, yakni Kelurahan Api-api ada 32 RT, Kelurahan Satimpo ada 3 RT, Kelurahan Kanaan terdapat 5 RT, Kelurahan Gunung Elai ada 6 RT, Kelurahan Guntung sebanyak 4 RT, sementara di Kelurahan Gunung Telihan terdapat 2 RT.
Dari pantauan narasi.co, hujan deras melanda Kota Bontang sejak Senin (8/11/2021) lalu, sehingga menyebabkan 6 kelurahan terendam banjir, dan ada sekitar 5.017 jiwa terdampak musibah banjir.

