BONTANG : Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang Abdu Safa Muha mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka Bontang mengalami penurunan dari 9,92 menjadi 7,81 persen pada 2022 lalu.
Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim dimana pada periode Januari – Agustus, pengangguran mengalami penyusutan sebanyak 1.193 orang dari jumlah sebelumnya 8.935 orang.
“Pengangguran kita berkurang 2,11 persen dari 9,92. Jadi sekarang tersisa 7,81 persen,” ujarnya di Gedung Tiga Dimensi Kota Bontang, Kamis (10/2/2023).
Ia mengungkapkan dengan angka tersebut, Bontang menjadi daerah penurunan pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2022.
“Kita penyumbang penurunan penurunan angka pengangguran tertinggi untuk Kaltim di tahun lalu,” katanya.
Penurunan tersebut merupakan hasil kerja Pemerintah Kota Bontang bersama legislatif baik dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) pencari kerja lewat BLK, serta mewajibkan perusahaan untuk merekrut tenaga memprioritaskan warga Kota Bontang.
Hal ini termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Bontang Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja mengatur pemberdayaan masyarakat atau tenaga lokal Bontang di setiap perusahaan sebanyak 75 persen dan 25 persen dari pekerja luar.
Meski demikian, ia menilai penurunan tersebut bukan penurunan yang signifikan, yakni masih ada PR besar yang harus di tangani dalam penyelesaian pengangguran di Kota Bontang.
“Tugas kita masih cukup besar menurunkan angka pengangguran. Kita akan terus melakukan kerja dengan perusahaan untuk melakukan pelatihan termasuk peningkatan pelatihan di BLK,” tandasnya.

