
BONTANG : Kota Bontang yang merupakan kota industri mengalami penurunan grade dari kota besar menjadi kota sedang.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang Rustam mengatakan, penurunan kelas dari kota besar menjadi kota sedang dinilai dari sektor pendapatan, dimana belanja pegawainya lebih besar ketimbang belanja modal dan barang.
Ia menerangkan, dari total APBD Bontang yang terjadi beberapa tahun belakangan belanja modal dan barang tidak mencapai angka Rp 500 miliar dari sisa pengurangan belanja pegawai.
“APBD di kurangi belanja pegawainya yang sisanya tidak sampai Rp 500 miliar. Jadi Bontang saat ini dalam struktur penilaian kota dari sektor pendapatan, turun satu grade dari kota besar menjadi kota sedang,” ujarnya Selasa (10/1/2023).
Belanja modal dan barang adalah belanja yang betul-betul menyentuh kepada masyarakat dan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, jika belanja modal dan barang kecil porsinya maka akan berdampak pada pembangunan yang berjalan belum maksimal.
Rustam mengatakan akan hal ini, menaikan pendapat asli daerah (PAD) menjadi tugas Komisi II DPRD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kendati demikian ia pun mengapresiasi Pemerintah Kota Bontang khusus Badan Pendapatan Daerah yang telah bekerja maksimal sehingga pada 2022 kemarin PAD Bontang mencapai Rp 200 miliar.
“Selama saya di Komisi II berhasil mencapai Rp 200 miliar dari yang sebelumnya,” ujarnya.
Dirinya berharap, DPRD dan pemerintah khusus OPD terkait bisa bersinergi, sebab sebentar lagi Bontang akan menghadapi pasca migas.
“Kita harus bersinergi, kalau setelah pasca migas, kekuatan fisikal APBD Kota Bontang, hanya 400 miliar dari pajak daerah. Tapi untuk kekuatan full kita bisa tembus 500 miliar kalau tidak ada pembagian DBH.
Artinya, kalau PNS kita sekarang ada sekitar 2000 orang dan Non PNS 2000 orang jika terjadi sesuatu dengan Kota Bontang dan kita tidak bisa lagi membiayai belanja operasinya, maka siap-siap aja mereka ini di pangkas,
“Mungkin bisa di kirim ke Kutim, ke Samarinda dan gak mungkin bisa numpuk di sini. Karena itu kita upayakan PAD kita meningkat,”sambungnya.

