SAMARINDA: Di tengah bulan suci ramadan dan menjelang hari raya idulfitri, Wali Kota Samarinda, Andi Harun kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk tetap menjaga transparansi pemerintahan dan mengoptimalkan pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Andi Harun saat bertemu dengan wartawan dalam kegiatan buka puasa bersama di Musholla Ar-Raudhah Balai Kota Samarinda, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia mengatakan momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah kota dan kalangan media yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah pada 13 Maret hari ini kita bisa melakukan pertemuan, karena di luar Ramadan jarang kita bisa berkumpul sebanyak ini, dan momentum Ramadan ini kita manfaatkan untuk bersilaturahmi bersama teman-teman media,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Samarinda dan insan media menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia mengakui bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan, interaksi antara pimpinan, aparatur, hingga petugas di lapangan tidak selalu terlepas dari kekhilafan.
“Menjelang Idulfitri, atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Samarinda, kami memohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan maupun kesalahan dalam interaksi kami dengan masyarakat dan rekan-rekan media,” katanya.
Selain itu, ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Menurutnya, pemerintah tidak akan menutup-nutupi apabila ditemukan kesalahan dalam pengelolaan administrasi maupun aset daerah.
Saat ini, Pemkot Samarinda juga tengah melakukan penertiban terhadap sejumlah aset tanah dan properti milik pemerintah daerah yang dinilai bermasalah.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Harun menekankan pentingnya konsistensi kerja jajaran pemerintah daerah di tengah dinamika pembangunan kota serta keterbatasan anggaran yang dihadapi.
“Pemerintah Kota Samarinda terus berkomitmen bekerja dengan penuh tanggung jawab, baik ketika anggaran kita memadai maupun saat kita harus melakukan efisiensi,” jelasnya.
Menurutnya, integritas aparatur pemerintah justru diuji ketika kondisi anggaran terbatas sementara tuntutan pelayanan masyarakat tetap tinggi.
Katanya, meskipun terjadi pengetatan anggaran, pemerintah kota tetap memastikan pelayanan publik, khususnya pelayanan dasar bagi masyarakat, dapat berjalan secara optimal.
“Kami ingin mewujudkan pemerintahan yang berintegritas. Jika ada kekeliruan tentu harus kita evaluasi dan perbaiki agar aset-aset daerah benar-benar terselamatkan untuk kepentingan masyarakat Samarinda,” terangnya.
Andi Harun berharap hubungan antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai kebijakan pembangunan dapat dipahami secara terbuka oleh publik.
Selain itu, ia menyebut bahwa komunikasi yang baik dengan media menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Samarinda.

