SAMARINDA: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana krusial dalam pembentukan karakter umat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi MTQ ke-15 Tingkat Kecamatan Samarinda Kota Tahun 2026 yang diikuti oleh perwakilan dari lima kelurahan.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan mencari juara. Lebih dari itu, ini adalah sarana dakwah, pendidikan, dan pembentukan karakter agar Al-Qur’an hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026 di Aula Utama SDN 007 Kecamatan Samarinda Kota.
Menurut Saefuddin, penguatan fondasi spiritual bagi generasi muda menjadi sangat mendesak di tengah kompleksitas tantangan zaman, mulai dari arus informasi yang cepat hingga pergeseran nilai moral di masyarakat.
“Kita ingin menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini. Tujuannya agar anak-anak kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan matang secara emosional,” katanya.
Ia juga berharap melalui pelaksanaan MTQ ini, akan lahir generasi Qur’ani yang mampu menampilkan akhlak mulia dalam kehidupan nyata, seperti sikap jujur, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Inilah esensi besar dari Al-Qur’an, yakni menjadi petunjuk hidup yang menuntun manusia menuju kebaikan dan kemaslahatan,” tegasnya.
Saefuddin mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an sejatinya tidak hanya diukur di atas panggung perlombaan, melainkan dari sejauh mana semangat membaca Al-Qur’an terus hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pihak menjadikan MTQ ini ruang pembinaan berkelanjutan, bukan hanya dilakukan menjelang lomba saja. Hidupkan semangat ini di rumah-rumah, masjid, dan musala,” tambahnya.
Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti musabaqah dengan niat yang lurus dan tetap rendah hati, apa pun hasil yang diraih nantinya.
“Menang atau belum menang bukan tujuan akhir. Yang terpenting adalah proses belajar, keberanian tampil, serta semangat meningkatkan kualitas diri dalam memahami Al-Qur’an,” jelasnya.
Wawali juga menyampaikan apresiasi kepada para dewan hakim, orang tua, dan pembina yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini demi melahirkan qari dan qariah terbaik bagi Kecamatan Samarinda Kota.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Samarinda secara keseluruhan,” pungkasnya.

