Samarinda – Terjadinya kebakaran di kios penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran akibat ditabrak mobil roda empat di Jalan AW Syahranie, Kecamatan Samarinda Ulu pada Minggu (17/4/2022) lalu, menjadi perhatian Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.
Pasalnya, dalam tragedi kebakaran tersebut bukan hanya menyebabkan hilangnya harta benda melainkan juga korban jiwa yakni 7 orang meninggal dunia (MD) yang diduga terjebak di dalam bangunan kios yang terbakar.
Hadi Mulyadi mengatakan, ini adalah musibah dan pihaknya turut prihatin dan berduka cita mendalam. Tetapi ini tidak bisa dulu menyalahkan tiap-tiap orang.
Karena di satu sisi ada sopir yang kurang hati-hati dalam berkendara, di sisi lain ada rumah yang menjual bensin.
“Saya kira keduanya harus kita ingatkan kalau jual bensin mungkin perlu diamankan tempatnya, kalau yang bawa mobil perlu hati-hati,” tutur Hadi.
“Dan saya turut berduka cita atas musibah itu mudahan yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” sambungnya.
Sehingga berangkat dari kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota untuk masif melakukan monitoring terhadap penjual BBM eceran, baik dari segi keamanan, cara pengemasannya agar dapat dirumuskan dengan baik.

