SAMARINDA: Proses panjang Pemilihan Putra-Putri Pelajar Kalimantan Timur (PPPKT) 2026 akhirnya melahirkan duta pelajar terbaik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Carlin Alexandra Navratilova Handaya dan Stanislaus Nathan Aradian Purba resmi dinobatkan sebagai Putri dan Putra Pelajar Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 dalam malam Grand Final yang digelar di Aula Dispora Kaltim, Kamis, 29 Januari 2026 dini hari tadi.
Keduanya terpilih setelah melewati tahapan seleksi ketat yang dimulai sejak awal proses PPPKT 2026 dengan berbagai rangkaian meliputi seleksi administrasi, wawancara, talent show, serta pra-karantina yang diisi pembekalan public speaking, personal branding, kelas kepribadian dan pengembangan proyek sosial.
Setelah itu, dilanjutkan dengan karantina berlangsung pada 26-28 Januari 2026 di Hotel Atlet Samarinda.
Dari ratusan pelajar yang mendaftar, tersaring 15 finalis jenjang SMP terbaik se-Kaltim yang mengikuti rangkaian pembinaan dan karantina.
Pada malam grand final, para finalis kemudian diseleksi kembali hingga mengerucut ke lima besar terbaik.
Di tahap ini, peserta diuji melalui pemaparan gagasan, advokasi program, serta komitmen sosial yang relevan dengan dunia pendidikan dan lingkungan sekitar.
Seleksi berlanjut ke tiga besar, di mana finalis harus menghadapi sesi pertanyaan langsung dari dewan juri.
Penilaian difokuskan pada ketajaman berpikir, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kejelasan visi dalam menjawab isu-isu pendidikan dan peran pelajar di Kaltim.
Melalui tahapan tersebut, Carlin Alexandra dan Stanislaus Nathan dinilai paling menonjol dan konsisten, hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemenang Putri dan Putra Pelajar Kaltim 2026.
Carlin Alexandra Navratilova Handaya, siswi SMP Santo Fransiskus Assisi Samarinda, mengaku tidak menyangka dapat meraih gelar tersebut.
Ia memandang selempang dan mahkota yang diterimanya bukan sebagai simbol prestise semata, melainkan amanah besar.
“Saya merasa diberkati. Saya tidak melihat mahkota atau selempang ini sebagai simbol status, melainkan sebagai tanggung jawab untuk bertindak, menginspirasi, dan memimpin siswa serta dunia pendidikan di Kaltim,” ujarnya.
Carlin menyadari bahwa tantangan terbesarnya ke depan adalah bagaimana mengajak pelajar di Kalimantan Timur untuk bergerak bersama memajukan pendidikan, meskipun tidak semua pihak akan selalu sepakat atau menyukainya.
“Namun saya tetap berkomitmen untuk berbuat yang terbaik dan membawa dampak positif bagi pendidikan di Kaltim,” tegasnya.
Sementara itu, Stanislaus Nathan Aradian Purba, siswa Sekolah Murid Merdeka yang berasal dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya.
Ia mengaku sejak awal tidak menargetkan posisi juara pertama.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Awalnya saya pikir hanya akan berada di peringkat lima, tapi ternyata bisa menjadi juara pertama,” katanya.
Nathan juga memaparkan gagasan konkret yang menjadi bagian dari advokasinya selama proses seleksi, yakni membangun pojok baca di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Program tersebut ditujukan untuk pelajar dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan minat baca.
“Literasi pelajar Indonesia masih berada di peringkat 71 dari 81 negara. Saya ingin berkontribusi meningkatkan literasi melalui pojok baca ini,” ujarnya.
Keduanya juga mengakui bahwa masa karantina menjadi pengalaman berharga sekaligus menantang.
Carlin menyebut keterbatasan waktu dan cuaca panas sebagai tantangan tersendiri, sementara Nathan menilai kondisi cuaca menjadi kendala utama selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru membentuk kedisiplinan, mental kepemimpinan, serta memperkuat komitmen mereka sebagai duta pelajar Kalimantan Timur.
Dengan terpilihnya Putra dan Putri Pelajar Kalimantan Timur 2026 jenjang SMP, diharapkan Carlin Alexandra dan Stanislaus Nathan mampu menjadi representasi pelajar berkarakter, berwawasan, serta aktif berkontribusi nyata dalam pengembangan dunia pendidikan di Kalimantan Timur.
Selain meraih gelar Putra-Putri Pelajar Kaltim 2026 serta kesempatan mewakili daerah di ajang nasional, para pemenang juga akan memperoleh grand prize berupa program edutrip ke Singapura dan Malaysia sebagai bentuk pembelajaran internasional untuk memperluas wawasan global dan kepemimpinan pelajar.

