Samarinda – Siapa sangka, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noor yang sampai detik ini masih menjabat ternyata dulunya hampir saja menjadi pasangan calon (Paslon) Wakil Presiden (Wapres) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai Presidennya.
Isran menjelaskan Prabowo mengajaknya menjadi Paslon pada sekitar tahun 2012-2013, kemudian pada Mei 2014 Prabowo tidak jadi memakai Isran sebagai pasangannya.
“Oh mungkin memang nggak cocok, saya cuma bupati. Tapi itu nasib,” terang Isran di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim belum lama ini.
Lanjut Isran, pada tahun 2018 ia pergi berangkat ke Mekah dan sedang hujan gerimis di Ka’bah.
Ia berdo’a sehabis tawwaf jauh mundur dari Ka’bah untuk menghindari tertabrak orang namun masih dalam jarak pandang.
“Salat 2 rakaat habis salam Jokowi datang dengan baju putih. Aku bilang jadi dia bukan Prabowo,” terangnya.
Isran semakin yakin Jokowi yang akan terpilih pada saat itu karena di bulan Juli ia pergi ke Mekah dan lagi-lagi bertemu dengan Jokowi di Ka’bah.
“Padahal nggak ada komunikasi, ini pengalaman spiritual,” ungkap Isran.
Benar saja, Jokowi bersama Jusuf Kalla terpilih menjadi pasangan Presiden dan Wapres periode 2014-2019.
Ia pun mengaku tidak memiliki rasa dendam maupun sakit hati dengan Prabowo yang sebelumnya mengajaknya namun berubah pikiran.
“Ketika dia tidak berubah saya yakin yang jadi Presiden dia dan saya Wakil,” yakinnya.
Ia pun berpesan agar manusia tidak menyesali hal yang mengandung harapan besar.
“Saya hanya ingin memberikan motivasi agar kita bekerja dengan tulus dan ikhlas,” katanya.
Ia menambahkan, rejeki memang telah diatur oleh Allah SWT, namun manusia sepatutnya mengusahakan karena rejeki adalah takdir bukan nasib.
“Nasib kita tidak tahu, tapi kepastian bisa kita usahakan,” tutupnya.

